Luka Yang Sisa Kenangan
Semua kata yang tadinya mau diucapkan, sekarang terkunci dalam ciuman yang begitu brutal.
Mata Rocky membara, dia menggertakkan setiap katanya, “Iya, aku memang belum melupakanmu. Jadi Paula, bagaimana kamu mau membayar semua hutangmu padaku?”
Luna berdiri di luar pintu, seluruh tubuhnya serasa terendam dalam air es, mati rasa hingga hampir kehilangan kesadaran.
Dia teringat beberapa hari lalu, Rocky masih memeluknya erat, mengecup rambutnya sambil berkata, “Luna, Kakakmu sudah menjadi masa lalu. Sekarang hanya kamulah yang pantas menerima ketulusanku.”
Chapitres populaires