AKIBAT HASRAT TAK TERBENDUNG
ucapku menanggapi ajakan obrolan mamanya Reyhan sambil menunggu kue nya masak.
"Miskin? Ah, kami dulu juga miskin loh Rini, percayalah ... semua ini titipan. Dan kebetulan saja Tuhan menitipkan ini kepada kami. Kamu tidak usah khawatir, kami tidak pernah memandang orang lain tentang harta dan tahta. Kamu tanya sama Ine adiknya Reyhan, siapa suaminya? Ia justru pegawai biasa di pabrik kami. Namun, namanya jodoh, mereka saling suka dan saya lihat dia pria yang baik, Alhamdulillah sampai mereka punya anak dua baik-baik saja. Justru saya yang sering menasehati anak saya. Jangan kamu memandang rendah suami kamu meski kamu jauh lebih kaya dari kamu. Sebab kita asalnya dulu juga tidak punya," ucap