Insinyur Termalas Dari Dunia Lain
Tapi kini, setelah berminggu-minggu mencari tanpa lelah, setelah melewati hutan dan pegunungan, setelah hampir putus asa, ia tahu jawabannya.
"Aku mencintainya," katanya, suara mantap. "Aku tidak tahu persis kapan, tapi aku mencintainya. Dan aku tidak akan berhenti mencarinya sampai aku menemukannya, atau sampai aku mati."
Wanita itu tersenyum—senyum yang anehnya mirip dengan senyum seorang nenek yang bangga pada cucunya. "Bagus. Karena cinta sejati adalah satu-satunya yang bisa menembus kabut."
Chapitres populaires