Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

“Aku lapar. Kalau misi terlalu lama, perut bisa memberontak.” Margarethe menatapnya tanpa ekspresi. “Kau membawa keripik… ke operasi infiltrasi?” Adelheid mengangkat bahu ringan. “Aku bungkus ulang pakai kain. Tidak bunyi.” Leonhardt menutup mata sebentar. Seolah sedang menghitung sampai sepuluh agar tidak mencekiknya. Margarethe menghela napas. “Fokus.”
101.8K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as mendekap
Read
+Library
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

Mata bertemu mata; di antara keduanya bergantung seutas sejarah yang enggan disebut. “Kita buka dengan kamera menyala,” kata Laila tenang. Pria itu mengangguk. Kunci cadangan masuk, bunyi logam menyalak, pintu lemari bersuara berat. Di dalam: binder kecokelatan, beberapa plastik sleeve, label kertas yang dikerat waktu. Inez menunjuk satu binder: ADLEP (awal). Di tepinya ada dua huruf dengan spidol pudar: R.K. “Kita foto, kemudian kita pindahkan,” ucapnya, prosedural.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as mendekap
Read
+Library
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

Capek cuy. Decakan sebal Jameka lolos tanpa penyaring. Kurang ajar memang si Kadal Sawah ini! Berani-beraninya! Jameka Michelle: Gue mau gabung minum-minum. Share loc, sekarang!
945 viewsCompletedAdded to Library 34 Times as mendekap
Read
+Library
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Pergeseran Paradigma Naya melangkah masuk ke anjungan membawa nampan besi berisi empat cangkir kaldu daging sintetis hangat—satu-satunya ransum yang tersisa di dapur kapal. Ia membagikannya dalam diam. Ketika ia menyodorkan cangkir itu kepada Raka, peretas muda itu berhenti sejenak, menatap sisi kiri tubuh pemuda itu dengan sorot mata yang penuh kelegaan dan simpati.
10979 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as mendekap
Read
+Library
DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU

DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU

"Sore, Mas Sadewa. Sore, Kak Giselle." Sadewa sama sekali tidak membalas sapaan ramah itu secara lisan. Pria itu membungkam mulutnya rapat-rapat. Ia hanya memberikan satu anggukan dagu kecil yang nyaris tak terlihat, dipadukan dengan tatapan meremehkan yang luar biasa arogan dan sarat akan peringatan teritorial: Jangan sentuh barang milikku. "Ini kan sudah masuk jam makan malam. Nakula dan Mira juga mengabarkan sebentar lagi sampai ke rumah dari apartemen mereka," ucap Bunda antusias, kembali menatap Yudistira dengan ramah.
900 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as mendekap
Read
+Library
Bermain Api Dengan Nyonya

Bermain Api Dengan Nyonya

BIP-BIP-BIP-BIP ! Di dalam kegelapan sisa kesadaranku yang kian menipis akibat kehabisan oksigen, raungan kibor Mery di telingaku mendadak berhenti dengan satu bunyi klik yang mutlak. "Selesai.! Enkripsi cip berhasil kuretas.! Matikan dia sekarang, Kendi !"
102.1K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as mendekap
Read
+Library
Mendadak Sah

Mendadak Sah

Mulutnya terbuka melihat pemandangan di hadapannya. "Anjrit! Udah semalem digendong, sekarang disuapin. Mau juga!" rengeknya manja. "Mau juga mau juga... Mau mati kena alergi lo!" Damar menarik rambut Hanum kesal. Di barisan paling belakang, Dinar hanya bisa menggaruk lehernya bingung. Apa yang harus ia lakukan sekarang? ***
1042.3K viewsCompletedAdded to Library 889 Times as mendekap
Read
+Library
MENJEMPUT ISTRIKU

MENJEMPUT ISTRIKU

“Aku datang sebagai kapten Megrav.” Kalimat pertama langsung mengubah udara di sekitar meja. Beberapa pelanggan berhenti bergerak. Kaiden mengangkat mata sedikit. Garran tetap mengelap gelas. Tapi gerakannya melambat. Hugh meletakkan cangkirnya kembali. “Begitu.” Deckard menatapnya lurus. “Tiga bulan penyelidikan.” suaranya rendah. “Tidak ada identitas. Tidak ada asal-usul jelas. Tidak ada data resmi.”
2.8K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as mendekap
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Ruby berceloteh, berusaha menghibur agar Andre tidak merasa kesepian meski sikapnya sangat dingin. Sesampainya di rumah, Cindy marah, menghempaskan beberapa alat makeup-nya yang berjejer di atas meja rias. Pecahan kaca berserakan di bawah, lalu mengacak-acak tempat tidurnya. "Keterlaluan," teriaknya sambil membanting-banting barang yang ada di depan mata. Suasana rumah tampak mencekam, meski dengan ragu Alina berusaha masuk ke dalam untuk melancarkan aksinya.
929 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as mendekap
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ada kotak sushi premium dengan penataan yang artistik, sup miso hangat, dan bahkan sebotol kecil sake non-alkohol. "Saya tidak minum alkohol," tolak Mela dingin. Sorot matanya Mela tetap tajam dan menusuk. Ia memang sama sekali tidak berminat menyentuh makanan ataupun minuman yang dibawa Damar. Ide berbagi hidangan dengan pria yang mungkin terlibat dalam kematian Haris terasa menjijikkan. Mela tidak bergerak dari kursinya untuk menjaga jarak fisik dan emosional dari Damar.
853 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as mendekap
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status