KINASIH
Mata Asih terbeliak saat melihat banyaknya menu yang telah dipesan, dia terbayang berapa uang yang akan keluar untuk itu, mengingat tempat ini bukanlah warteg pinggir jalan dengan harga merakyat.
"Dimakan, As. Nggak bakalan abis kalau cuma dilihatin doang. Oh ya, soal nama. Kamu bisa panggil saya Mamana, atau Mama saja nggak apa-apa. Tapi saya pengin yang beda gitu," ujarnya sembari tertawa renyah. Asih ikut hanyut dalam kehangatan itu, hangat yang tak pernah dia dapatkan dari ibu bahkan mantan mertuanya sekalipun.
Saat mereka asyik mengobrol, datanglah seseorang yang membuat suasana runyam.
Bab Populer