Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mokondo vs Wanita Materialistis

Mokondo vs Wanita Materialistis

Pacarku adalah putri dari kalangan elite Kota Cendana, dengan kekayaan mencapai ratusan triliun. Untuk mengujiku, selama tujuh tahun pacaran, dia tidak pernah memberiku hadiah apa pun, bahkan tidak mengeluarkan sepeser pun untukku. Bahkan saat membeli kondom di toko serba ada, dia tetap ingin membagi biaya secara patungan. Kemudian, ketika ibuku sakit parah, aku meminjam dari semua kerabat dan teman, hanya kurang empat juta untuk melunasi biaya operasi. Namun, tidak peduli seberapa keras aku memohon padanya, dia tetap tidak meminjamkan uang itu padaku. Aku mengurus semua urusan setelah ibuku meninggal sendirian, dan saat pulang ke rumah untuk mengemasi barang-barang .... Aku secara tak sengaja menemukan daftar hadiah yang dibelikan untuk adik tetangga. Kawasan perumahan mewah, jam tangan mewah, gaun rancangan khusus .… Juga ada percakapan dengan sahabatnya. [Fiona, dengar-dengar Yunus sampai berlutut padamu demi meminjam empat juta, beneran?] Fiona mendengus dengan nada sinis, suaranya terdengar acuh tak acuh. [Gilang tidak salah, demi empat juta sampai-sampai menunduk ke sana kemari. Kalau bukan pria mokondo, lalu apa?] [Baru tujuh tahun bersama, dia sudah tidak sabar ingin mengeruk uang dariku.] Ternyata, ujian selama tujuh tahun itu hanyalah akibat dari satu kalimat provokasi adik tetangga. Sudah bukan masalah lagi. Bagaimanapun, sejak saat ibuku meninggal, aku sudah memutuskan untuk meninggalkannya.
805 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
Cerita Cinta Kelas Pekerja

Cerita Cinta Kelas Pekerja

PiciKeci
Cerita ini berkisah tentang seorang perantau asal Sumatera yang terdampar di kota Bogor. Si pemuda yang bernama Heri tinggal di sebuah kost nah,di depan kamarnya si Heri adalah kamar pemilik seorang misterus. Heri tidak sengaja melihat si cewek dikamarnya duduk menunduk sambil memeluk lulut dan memakai stoking hitam, ketika disapa si cewek ini tetap diam dan tidak menjawab. Heri pun menanyakan hal ini kepada penghuni kamar sebelahnya namanya Indra,cowok berambut cepak, Candra mengaku belum pernah melihat ada penghuni di kamar gadis itu. Padahal sebelumnya dia mendengar suara tangisan wanita saat tengah malam. Heri pun mulai menduga yang tidak-tidak. Tapi dugaan Heri tidak salah karena memang benar kamar sebelah dihuni oleh seorang gadis berstoking hitam. Dan tentu dia adalah manusia. Suatu hari Heri dan Candra melihat darah mengalir keluar dari kamar tersebut,sontak keduanya langsung membuka paksa kamar dan melihat si gadis menyayat-nyayat kakinya sendiri. Heri dan Candra pun menyelamatkan si gadis, setelah banyak perlawanan akhirnya si gadis bisa ditenangkan dan di obati. Heri dan Candra orangnya easy going saja tidak menutut dia untuk menceritakan apa yang telah membuatnya depresi, dari sini si gadis itu memulai persahabatnya dengan mereka berdua terlebih kepada Heri yang kamarnya persis berada di depan kamarnya.
1016.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri

Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri

"Aku bisa jelasin, Lin!" seru Dean meraih tanganku yang segera ku balas dengan tamparan di pipi kiri kanannya keras. Suamiku menunduk sebelum menoleh aku menamparnya lagi di pipi kiri sekeras mungkin. Aku bergerak mundur dua langkah, tersenyum masam dan mengangguk lemah. "Silahkan dijelaskan! Karena aku tahu gimana rasanya nggak dikasih kesempatan untuk menjelaskan, dan jadi orang bersalah di saat bukan sepenuhnya salahku." Kalimat terakhir yang ku lontarkan berhasil membuat mas Dean terperanjat, wajahnya pias tersinggung. Pria itu menyugar rambutnya frustasi dengan enggan ia berkata, "Kamu keluarlah, Dera!" "Apa?! Nggak mau. Kamu tahu kan aku cuma pake lingerie minim di balik jubah pendek ini. Nggak! Orang-orang akan berpikir kalau aku wanita panggilan yang kabur!" "Itu, fakta 'kan?" sambarku sinis. "Apa lo bilang?" "Kamu memang wanita panggilan, jalang murahan yang berzina dengan suami orang, itu fakta 'kan?" sengit ku mengejek. "Apa! Sialan! Beraninya lo dasar istri mandul-" Bugghh!!! Prangg!! Semesta kembali mengkhianatinya dengan telak dan atas nama kesehatan jiwanya, Linar Mehra memilih untuk bercerai namun setelah itu ia baru menyadari jika dirinya tengah hamil di saat yang sama mantan suaminya sedang mempersiapkan pernikahan keduanya. Linar tak sudi kembali. Hingga semesta kembali mempertemukan mereka berdua dengan keadaan yang berbalik. Mantan suaminya yang menginginkannya kembali melakukan segala cara, Ya. keadaan telah berbalik arah.
8.726.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
TERPAKSA NIKAH SMA

TERPAKSA NIKAH SMA

"Keluar Kamu dari rumah saya!" bentak seorang pria paruh baya sambil menatap nyalang ke arah putrinya. Gadis itu menangis histeris. Air matanya tak mau berhenti membasahi pipi putihnya, yang kini bersemu merah karena sempat menahan tangis. "Maafin Mila, Ayah. I-ini bukan kemauan Mila,” jelasnya, masih tersedu-sedu. " Saya tidak mau nama baik keluarga ini tercoreng, dari sekian banyak keluarga besar ayah, satu pun tak ada yang muka tembok seperti kau! Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang juga, jangan buat saya merah padam, paham! " Tunjuk sang ayah kepada Mila yang sedari tadi, menangis histeris di bawah kakinya. Mila kemudian menoleh ke arah wanita paruh baya yang hanya diam sembari menangis, wanita itu syok mendengar kabar bahwa anak semata wayangnya tengah mengandung. Padahal putrinya itu masih bersekolah dan tak pernah terlihat dekat dengan lelaki mana pun. Orang tua mana yang tak akan kecewa bila anaknya melakukan hal menjijikkan seperti itu. "Bunda ... dengerin Mila, Bun. Mila gak salah, i-ini kesalahan.” Mila menunduk dalam, hingga air matanya berjatuhan ke lantai. Wanita yang dipanggil bunda itu hanya diam tak mampu berkata-kata. Ia sangat syok mendengar kabar mengejutkan yang menimpa putrinya, ia bahkan tak tahu harus bereaksi seperti apa. Kekecewaan sudah terlanjur memenuhi hatinya. "Mau membela diri lagi? Sekarang juga, angkat kakimu dari rumah saya. Cepat!"
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti Yang Dimanja

Pengantin Pengganti Yang Dimanja

Lucia Amara ( 28 ) seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama adik dari almarhum kedua orang tuanya. Bukan seperti saudara pada umumnya yang di sayang, tapi Lucia di jadikan pembantu di rumah besar itu. Dia tak bisa melawan karena dia tak punya kekuatan untuk melawan. "Lucia, besok keluarga Tuan Marvel akan datang kemari. Kau harus menikah dengan tuan Marvel menggantikan Nadia. Kau tahu bukan jika Nadia tak akan bisa menikah dengan laki laki itu? Apa kata orang nanti jika menikah dengan laki laki seperti Marvel?" # Marvel Vanderick ( 35 ), laki laki yang terkenal dengan kekejamannya karena di kabarkan melakukan kekerasan pada mantan istrinya. Siapa yang sangka jika seorang Marvel tak pernah membantah semua rumor itu dan tetap menjalankan perannya sebagai seorang penguasa tanpa bisa disentuh. "Tuan Marvel, aku memberikan putri ku sebagai pengganti uang yang aku bawa kabur. Tuan bisa melakukan apa saja kepadanya." Marvel masih melihat gadis yang sedang ketakutan di depannya. Menunduk, dengan tangan gemetar. "Baik, aku bawa dia. Jika kau tak segera mengembalikan uang itu dalam waktu tiga bulan, dia akan tewas!" Marvel membawa Lucia pergi, bukan langsung ke rumah melainkan mendaftarkan pernikahan nya dengan Lucia. "Kau sekarang sudah sah menjadi istriku, turuti perintahku. Dan jangan macam macam." Akankah hidup Lucia berubah? Atau malah akan menjadi lebih sengsara dari sebelumnya? Apa yang di rencanakan Marvel pada Lucia? Ig: Sangkarachan
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
Terpaksa Satu Atap

Terpaksa Satu Atap

Yuana Paradipta yang biasa dipanggil Yuan Yuan adalah gadis berbakat di keluarganya, tumbuh dengan penuh perhatian dan cinta dari Bundanya yang sudah menjanda sejak lama dan seorang adik lelaki yang selalu menjadi teman ributnya di rumah. Meski baru saja resign dari pekerjaan tetapnya, dia masih bisa hidup bahagia di dalam keluarganya. Tapi satu yang menjadi permasalahan baginya. Bundanya menuntutnya untuk segera mencari pasangan di usianya yang menginjak dua puluh delapan tahun. "Duh Bun, bahas itu lagi, itu lagi... Bosen Yuan dengernya." "Bunda lebih bosen lagi Yuan... Setiap ketemu tetangga selalu nanyain kapan kamu nikah? Kok gak pernah gandengan sama cowok? Apalagi si Yudha adek laki kamu sudah punya pacar, lha kamu kapan Yuan?" Ujar Bunda Vera sambil menatap sendu anak gadisnya. Sementara itu di tempat lain seorang pria muda yang tampan dan gagah juga mengalami hal yang sama. Dituntut untuk mencari calon mantu untuk Maminya dalam waktu dekat jika tidak mau menjalani perjodohan yang sudah diatur untuknya. Arthur Pradana sudah jenuh dengan ancaman Maminya itu. Sebagai CEO dia saja sudah pusing memikirkan perusahaan, ini malah ditambah memikirkan jodoh. Sungguh bukan gaya seorang Arthur. Dan entah bagaimana kejadiannya tiba-tiba Arthur dan Yuan yang merupakan karyawan barunya terlibat dalam suatu kesalahpahaman yang membuat mereka diharuskan untuk menikah. Lalu bagaiman kehidupan satu atap mereka yang awalnya saling benci akan berlangsung setiap harinya? Dan bagaimana cara mereka merahasiakan hubungan mereka di kantor?
10411 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
Saat Kupergi, Bunga Bermekaran

Saat Kupergi, Bunga Bermekaran

Di tahun kedelapan pernikahan, aku akhirnya hamil anak Renaldo Santoso. Ini adalah upaya bayi tabung-ku yang keenam dan terakhir. Dokter bilang aku sudah tidak perlu menderita lagi. Aku sangat gembira dan siap menyampaikan kabar baik ini kepadanya. Namun seminggu sebelum ulang tahun pernikahan, aku menerima foto anonim. Di dalam foto, dia sedang menunduk dan mencium perut wanita lain yang sedang hamil. Wanita itu adalah teman masa kecilnya. Wanita lembut, penurut dan tahu bagaimana cara menyenangkan orang tua. Dia bahkan sejak kecil tumbuh besar bersama Renaldo, merupakan menantu perempuan ideal. Yang paling konyol adalah seluruh keluarganya tahu tentang anak itu, hanya aku yang diperlakukan sebagai bahan lelucon. Ternyata pernikahan penuh masalah yang selama ini aku pertahankan, hanyalah tipu daya yang dirancang dengan hati-hati. Sudahlah. Aku sudah tidak menginginkan Renaldo lagi. Anakku tidak boleh lahir dalam kebohongan ini. Aku sudah memesan tiket pesawat untuk pergi, tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang kedelapan. Hari itu, seharusnya dia menemaniku pergi melihat kebun mawar. Itu janjinya sebelum kami menikah, dia akan memberiku sebuah kebun bunga yang khusus untukku. Tapi aku tidak menyangka akan melihatnya memeluk dan mencium teman masa kecilnya yang sedang hamil di kebun mawar. Setelah aku pergi, dia mulai mencariku ke seluruh dunia. Dia memohon padaku. “Jangan pergi, ya?” “Aku bersalah… tolong, jangan pergi.” Dia menanam semua mawar terindah di dunia di kebun mawar itu. Dia akhirnya ingat janjinya padaku. Tapi aku tidak lagi membutuhkannya...
23.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 901 kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menikahi CEO

Dipaksa Menikahi CEO

"Mohon maaf, Pak. Apa bapak sudah menikah?" tanya salah seorang guru perempuan. Aira yang mendengar pertanyaan tersebut langsung menunduk dan tersenyum. "Belum," jawab Evan santai. Jleb! Hati Aira terasanyeri seketika, tiba-tiba saja matanya mengandung air dan tangannya mengepal kuat, napasnya mulai tidak teratur, tidak ingin memperkeruh suasana, Aira berniat untuk keluar dari ruangan rapat. Disisi lain, Evan yang melihat Aira keluar hanya bisa diam. Sampai rapat selesai Evan tampak tidak fokus, dan hampir semua pertanyaan Tio yang menjawab dan Farra, ia tidak sadar kalo Aira tidak balik lagi. Setelah rapat selesai, Evan langsung keluar. *** Evan berjalan mendekati Aira, tapi sebelum masuk Evan menutup pintu kelas. Aira yang melihat Evan datang langsung berdiri. "Ngapain?" tanya Aira datar. "Lu marah?" Evan balik bertanya membuat Aira memicingkan matanya. "Nggak ada yang perlu dimarahin," lanjut Aira lalu ia melangkah ingin keluar dari kelas. Tanpa mambuang waktu Evan langsung menarik tangan Aira dan menghimpitnya ke dinding. "Gua tau lu pasti marah dengan pengakuan gua tadi," lanjut Evan, ntah kenapa kata-kata Evan tersebut membuat mata Aira kembali mengembun, ia memalingkan wajahnya. "Lepasin gua," ucap Aira, tapi Evan malah mempersempit jarak mereka. "Gua bilang lepasin, nggak ada yang perlu dipermasalahkan, jalani hidup lu biar gua jalani hidup gua sendiri!" suara Aira mulai meninggi. Ntah kepada saat Evan dekat dengan Aira, ia selalu hilang kendali. Evan malah menarik tengkuk Aira dan menciumnya. Aira yang melihat itu langsung menangis dan berusaha mendorong dada Evan, setelah sadar Evan melepas Aira.
9.3125.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
Mengikat Hati Sang Dosen

Mengikat Hati Sang Dosen

Adinda Rahayu, seorang mahasiswa baru jurusan hukum yang ceria dan penuh ambisi, melangkah mantap di hari pertamanya di kampus. Ia siap menyerap ilmu dan pengalaman baru, membayangkan masa depan cerah sebagai praktisi hukum. Namun, takdir punya kejutan yang disimpannya di ruang kelas. Saat dosen mata kuliah pengantar hukum masuk dan memperkenalkan diri, dunia Adinda seolah berhenti berputar. "Selamat pagi semua, saya Bagas Pratama," ucap sang dosen dengan suara bariton yang menusuk relung hati Adinda. Mata Adinda membelalak. Itu Bagas. Mantan pacarnya. Mantan yang meninggalkannya empat tahun lalu karena alasan klise "fokus studi". Kakinya langsung lemas. "Dosennya... dia?" gumam Adinda pada teman sebangkunya, Maya, yang hanya menatapnya bingung. Sepanjang perkuliahan, Adinda berusaha keras menghindari kontak mata. Ia menunduk, mencatat tanpa fokus, dan berharap bisa menghilang dari muka bumi. Namun, Bagas sesekali melirik ke arahnya, senyum tipis terukir di bibirnya yang dulu sering mengecup kening Adinda. Setelah kelas usai, Adinda buru-buru membereskan tasnya, ingin segera kabur. Namun, suara Bagas menghentikannya. "Adinda Rahayu, bisa kita bicara sebentar?" Langkah Adinda terhenti. Jantungnya berdebar kencang. Ia membalikkan badan perlahan, menemukan Bagas berdiri di depannya, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. "I-iya, Pak?" Adinda tergagap. Bagas tersenyum, kali ini lebih jelas. "Sudah lama ya, kita tidak bertemu." Adinda hanya bisa mengangguk kaku, pikiran kalut membanjiri benaknya. Dosennya adalah mantan pacarnya. Bagaimana ini bisa terjadi? Dan yang lebih penting, bagaimana ia akan menjalani satu semester ke depan dengan situasi sekacau ini?
236 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
Meet Sweety Girl

Meet Sweety Girl

Sweetia
Berbeda dari gadis kebanyakan, dia terbilang unik. Hidupnya tidak ada kata repot. Apa yang ingin dia lakukan, akan dilakukan. Apa yang tidak, tentu tidak akan dilakukan. Disaat teman seusianya sibuk mempercantik diri dengan berbagai brand dan merek skincare, dia tidak. Dia lebih memilih mengoleksi berbagai macam makanan dan cemilan untuk perut rampingnya. Iya, sekalipun ia memiliki porsi makan yang cukup banyak dan berbagai cemilan yang selalu dia stok, tubuhnya tidak gemuk, bahkan cenderung kurus. "Ehe... Makan aja banyak, badan kering kerontang!" begitulah ungkapan yang sering dia dengar dari teman-temannya. Tapi dia tidak pernah ambil pusing, dia justru bangga dan akan menjawab "Banyak yang mau jadi aku, makan banyak tapi badan tetap kurus". Bukan hanya banyak makan tapi tubuh kurus yang menjadi karakteristiknya, kulitnya yang gelap cenderung coklat juga sering menjadi bahan ledekan teman-temannya. "Minum susu putih, biar putihan dikit kau", "Suntik putih dulu kau, biar gak hitam". Saat pernyataan-pernyataan seperti itu dia dengar, dia hanya diam. Sesekali mungkin dia akan menanggapi dengan nada sedikit bercanda "Kalian buta ya, kulitku ini coklat muda. Hitam dari mana coba?" Meski dalam hati, tentu dia merasa tidak percaya diri. Standar kecantikan 'memiliki kulit putih' membuatnya merasa tidak cantik. Tapi sebenarnya dia manis, hm.. tidak-tidak, kata manis bukan penghibur untuk mereka yang memiliki kulit dengan tona gelap. Dia benar-benar manis, di mata orang yang tepat. Dan lagi, bukan dia tidak berusaha untuk memiliki kulit yang cerah, bahkan mencoba cara instan dia pun pernah.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai menunduk pusing
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status