DIAMNYA ISTRIKU
lirihku.
"Dit, aku pusing," ucapku kemudian. Setelah itu, Adit pun langsung memapahku duduk di sofa panjang. Aku langsung duduk dan menyandarkan kepala di sana. Rasanya pusing, mual, campur aduk tidak karuan. "Hooekk … hooekk …."
"Ndah, kamu kenapa?" tanya Adit panik.
"Mual banget, maaf ya, Dit. Kayaknya aku pengin pulang, pengin istirahat. Aku benar-benar pengen tiduran, Dit. Pusing," ucapku sembari memijat kening.