Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bu Guru, Ada Salam Dari Papa!

Bu Guru, Ada Salam Dari Papa!

Andro menundukan kepalanya dengan iringan mata Dewa yang menatap marah. Andro terisak pelan dan bahunya berguncang. Mungkin omongan Dewa membuatnya sadar. Lelaki itu kemudian menyusut sudut matanya seraya memundurkan bahunya ke belakang lemas, sementara mata Dewa aktif mengawasi.
1025.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Kakinya dibuka, lutut agak ditekuk, tangan naik setengah. Lendra langsung geleng. “Turunin lagi.” “Lagi?” Agung ngedumel. “Turunin.” Agung nurut, lututnya makin turun. “Lebih rendah.” “Anjir pegel, Len.” “Kalau pegel berarti bener.” Agung langsung ngeluh, tapi tetap nahan posisi. Lendra jalan muterin dia pelan. “Pusat berat di tengah. Jangan condong.”
10974 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
Mandul: Cinta Yang Dikhianati

Mandul: Cinta Yang Dikhianati

Mandul. Ia duduk di ujung sofa, tubuhnya gemetar, bahunya luruh, wajahnya sembab oleh air mata yang tak kunjung kering. Napasnya pendek-pendek, seperti seseorang yang tengah menahan beban di dadanya. Isaac duduk di sisi lain sofa, hanya berjarak setengah meter darinya, tetapi seolah-olah terbentang samudra luas yang tidak bisa mereka seberangi.
883 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

tutur Andre penuh harap. “Tapi, saya khawatir, saya tak akan mampu. Soalnya mulai dari nol lagi,” lirih Nara seraya menunduk. Sungguh dia tak kuasa menatap sorot mata teduh milik Andre yang tak jeda menatap bola matanya.
10146.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
MENYELAMATKANMU

MENYELAMATKANMU

keluh Jimmi sambil mengacungkan jari telunjuknya ke atas. Tubuhnya yang kuat dan tinggi seketika lumpuh tak berdaya bahkan tidak bisa lagi menopang keseimbangannya. Dan dalam hitungan detik Jimmi jatuh tertelungkup di mengenai ubin lantai yang rusak dan berdebu. Lusi yang melihatnya merasa kasihan dengan ketidakberdayaan yang dialaminya, gadis itu segera menghampiri senior yang malang itu dan mengusap bahunya yang lebar.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
JANGAN HINA AKU MANDUL

JANGAN HINA AKU MANDUL

"Tak apa." "Ayo kita pergi!" titahku berjalan mengambil Andra. Mas Hadi hanya tertunduk gemetar melihat rekaman itu di putar. ..........
8.668.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
Seadanya

Seadanya

Imbuh erika " yaudah erika kamu yang semangat nanti gajian traktir bapak ya beli cilok didepan hhha, bapak pamit dulu mau beresi aula diatas senin mau dipakai " pak mamad seraya berlalu meninggalkan erika melanjutkan pekerjaannya "okeh siiip pak, fighting pakk maaf nggak bisa bantu" Erika berteriak pada pak mamad yang sudah berjalan meninggalkan erika
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
Belenggu Hati

Belenggu Hati

Tentu saja ia harus berjongkok sedikit bukan. Dan hal itu, tanpa Kara sadari. Ender melihat semua, bahkan dia tidak berkedip sama sekali. 'F*** You,' Umpat Ender kasar setelah membuang wajahnya ke samping dan memijat keningnya. 'Kau tentu sudah gila Ender,' "Ini," Seru Kara berjalan mendekat ke Ender dan berdiri di hadapan Pria itu. Ender menoleh melihat Kara. Dan sebentar ia memejamkan kedua matanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
Jatuh ke Pelukan Musuh

Jatuh ke Pelukan Musuh

Ia memotong jalannya tepat di lorong menuju lift. “Maaf, ini jatuh,” katanya sambil menjatuhkan kertas kosong ke lantai. Saat pria itu menunduk untuk mengambilnya, Keira dengan cekatan menyelipkan alat perekam mini ke dalam saku jasnya.
899 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
Jangan Menolakku

Jangan Menolakku

Sempurna! Sangat mudah bagi Dimas, pemegang sabuk hitam karate ini untuk mengalahkan lawannya. apalagi lawan yang tak mempunyai dasar tentang pembelaan diri. Hendra dengan susah payah bangkit dan duduk kembali di kursinya. Sambil terus memegangi perut yang mungkin kerasa sangat sakit. "Bajingan, kamu Dimas!" ujar Hendra, matanya terpejam sambil menyandarkan punggungnya. Mungkin untuk mengurangi sakit di bagian perut.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai menundukkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status