Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
"Perutku masih nggak enak, Mas. Asam lambung."
"Sedikit saja," desaknya, mendekatkan gelas itu ke bibirku. "Cuma buat toast. Jangan bikin saya malu dengan menolak di depan umum."
Seorang rekan bisnis Arjuna, Pak Haryo, mendekat sambil mengangkat gelasnya. "Pak Arjuna! Mari bersulang untuk kesuksesan merger kemarin!"
"Tentu, Pak Haryo," jawab Arjuna, lalu dia menatapku dengan tatapan yang menyiratkan: Minum, atau kita ribut di sini.