Merindu Suamimu
Bukan, tapi entah kenapa emosi yang aku rasakan sangat berbeda dengan pernikahanku yang terdahulu.
Asal tahu saja, hari ini aku banyak menangis dan memeras air mata. Bukan tangisan sedih layaknya pernikahan yang penuh paksaan ya. Namun tangisan haru karena aku dilimpahi begitu banyak cinta dan kebahagiaan. Sejak kemarin aku sudah banyak menangis di acara pengajian kirim doa yang digelar di rumah mama papa. Aku bahkan sampai menangis tergugu saat memeluk bergantian kedua orang tuaku. Aku menangis haru karena doa mereka akhirnya terkabul, aku akan menikah dengan pria yang aku cintai dan mencintaiku.
"Gila lo, Melisa, cantik banget," puji Anin ternyata sudah ada di belakangku. Sahabatku itu sam
ตอนยอดนิยม