Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

Layar menyala, menampilkan tampilan hitam dengan satu baris tulisan berwarna merah: > ENTER AUTHORIZATION CODE Alya menatapnya kosong. Ia tidak tahu kode itu. Namun tiba-tiba, sesuatu dalam pikirannya berbisik — ingatan lama, suara Ardi di antara percakapan mereka dulu. “Kalau aku tidak ada, dan kau menemukan file yang tidak bisa kubuka… coba kode tanggal kita pertama kali bertemu. Itu bukan kode sistem, tapi simbol kepercayaan.”
10870 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Pesan itu berbunyi: "Arya, ini Kinanti. Aku tahu aku tidak pantas. Aku sudah kehilangan segalanya. Sebelum aku pergi jauh dan menghilang selamanya, aku hanya ingin bertemu sekali lagi, di tempat kita dulu bahagia. Di Panti Asuhan Kasih Bunda. Tolong. Demi kenangan terakhir kita". Arya membaca pesan itu. Ekspresinya tetap dingin, tetapi ia merasakan sedikit tarikan nostalgia yang menyakitkan.
10723 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
CINTA YANG DATANG TANPA ISYARAT

CINTA YANG DATANG TANPA ISYARAT

Bab 3: Luka yang Tak Terucap Hujan belum juga reda sejak tadi sore. Dari balik kaca mobil, Aruna memandangi rintik yang jatuh di jendela, membentuk garis-garis tipis yang memudar di sepanjang kaca. Ada keheningan yang membebani dadanya, sesuatu yang bahkan kopi panas di genggamannya tak mampu cairkan.
868 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
HATI YANG TERJUAL

HATI YANG TERJUAL

] [Mbak buruan balik ke sini lagi, aku udah kayak orang bego di sini sendirian. [Mbaaaaaakkkk...... 😭😭😭😭] [Mbaaakk... jahatnya 😓] [P] [Pppppppppppppppppppppppppppppp] Meskipun merasa berslah, Intan tersenyum membaca pesan bertubi yang dikirim Andri padanya.
10679 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

00 – Penulisan Intuitif: “Apa yang Ingin Kau Katakan, Hati?” Peserta diarahkan untuk menulis di jurnal mereka: “Apa yang aku rasakan hari ini?” “Apa yang hatiku ingin aku dengar?” Anya menulis: “Aku lelah berlari. Aku ingin berhenti, beristirahat, dan memeluk diriku sendiri. Aku ingin membiarkan rasa sakit ini menetap tanpa takut.” 13.00 – Makan Siang Sendiri: “Makan Sebagai Meditasi”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
SERPIHAN DENDAM MASA LALU

SERPIHAN DENDAM MASA LALU

Orion merendahkan suaranya, menahan rasa rindu yang mendalam. "Jangan kira aku percaya. Aku tahu kau memang berniat datang menemuiku." Jawab Rianne acuh. Orion mengangguk, tidak ada gunanya berbohong, lebih baik jujur. "Aku merindukanmu. Sungguh." Ucapnya. Anita yang berada disana bingung, apakah dia harus membuat minuman atau tidak, dia melirik Rianne dan langsung mendapatkan anggukan.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Pembalasan Istri Yang Teraniaya

Pembalasan Istri Yang Teraniaya

Dia berbicara seraya menahan takut yang terasa sangat amat. Air mata bercampur air kembang yang mengalir dari atas rambut hingga kaki beberapa kali diguyurkan. "Hikz..hikz..hikzz..!" Di saat Intan mengegrutu seolah tidak menerima takdir terdengar suara seperti jeritan seseorang di telinganya. "Tolooong...! "Mami...Tolong Jessy...!"teriak Jessy "Jessy...!" ucap Intan.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Kata kakek menengahi. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Setelah selesai makan malam tadi, aku langsung masuk ke dalam kamar untuk merebahkan tubuhku, sementara Mas Hanif pamit pergi karena ada keperluan sebentar. Akupun akhirnya tertidur karena merasa badan ini sangat lelah. Aku bermimpi, di alam bawah sadarku, aku melihat seorang gadis sedang duduk sendirian di tepi sungai sambil menekuk kedua lututnya dan menangis. Ku hampiri dia dan aku tepuk pundaknya, seketika dia menengok dan tiba-tiba dia berucap "tolong aku. Tolong balaskan dendamku!"
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

"Semua itu nggak akan pernah bisa kamu berikan." Rangga terhuyung mundur beberapa langkah, seolah-olah seluruh kekuatannya baru saja direnggut paksa dari tubuhnya. Binar cahaya di matanya perlahan-lahan meredup, lalu padam. "Lintang," gumamnya lirih. "Hubungan kita selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar nggak merindukannya sedikit pun?"
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Kembang Desa di Lubang Buaya

Kembang Desa di Lubang Buaya

Every night I see you in my heart {setiap malam aku lihat dirimu dalam hati ku} Every time I do I end up crying {setiap aku melakukan sesuatu selalu berakhir dengan tangis} eodum soge neoreul bulleojumyeon {aku panggil dirimu dalam gelap} naegero deullyeooneun geon {apa yang telah didengar telinga ku} gipeun nae sumgyeoldeul {hanyalah tarikan nafas ku yang dalam} La-da-da-da, la-da-da-da
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status