Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERTIPU CINTAMU

TERTIPU CINTAMU

Selanjutnya seperti yang kalian tau, mereka berhubungan badan, melepaskan hasrat yang tak bisa tertahan. 'Kenapa lagi-lagi ini terjadi padaku, membuat organ intimku kembali berdenyut dan semakin basah' Berbalik badan, mengatur nafas yang tak beraturan. Kembali pada tujuan awal, mempercepat langkah agar segera sampai. "Tumben, kenapa semua pintu tertutup semua?" Berfikir keras. Tidak mau ambil pusing, toh rumah ini adalah rumahku.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Ruang Rindu

Ruang Rindu

Gidae. Lukaku, air mataku, luruh bersama dengan derasnya sungai yang tidak ingin kulawan. Percumah berpikir untuk mengakhiri hidup jika setelah terjun masih mencoba melawan arus, kemana perginya tekad sok berani itu? Dulu aku selalu berpikir tentang orang yang bunuh diri tapi minta tolong di akhir terjunnya dalam air. Tapi kali ini aku tau, meskipun aku mau, tapi aku berpikir untuk benar-benar mengakhirinya. Aku tidak akan melawan arus meskipun wajah kecewa Gidae muncul secara tiba-tiba di otakku, biar air mataku menjadi bukti betapa terlambat aku menyadari apa yang ada di hatiku melebihi rasa bersalahku pada ibu, bapak, kak Farhan, dan Vian karena melupakan fakta bahwa bunuh diri akan memba
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Mengejar Impian

Mengejar Impian

(Menengok ke sebelah kanan) "Assalamu'alaikum warohmatullah... "(Menengok ke sebelah kiri) " Astaghfirullaaahal 'adzhim,,, " "Subhanallah... "Alhamdulillah... "Allahu Akbar..." (Berdzikir masing - masing 33 x) "Yaa Allah... Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,,, kasihanilah diriku yang tidak ada daya dan upaya
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Dalam mantra yang dia gunakan, berubahlah Jaka menjadi seekor ular berbisa. "Kamu tidak akan pernah bisa kembali ke wujud manusiamu, sampai kamu bisa mencari cinta sejatimu. Jika, diusiamu yang ke 100 tahun kamu belum mendapatkannya, kamu akan mati." Penyihir itu memberikan makananan untuk Jaka yang langsung disantapnya. "Satu lagi hadiah untukmu. Kamu akan kembali ke wujud manusia, hanya pada saat bulan purnama."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Hati yang lemah

Hati yang lemah

fireee eoeoeo fireee. .ssak da bultebora bow bow bow' Levi Sweatdrop melihatku yang sebelumnya mengalami gejala 4 L , letih, lelah, lesu, lemas. Menari dengan semangat yang membara di sekujur tubuhku.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

“Ah, kau jangan berlebihan. Aku bukan orang yang istiqamah juga. Kadang kala aku juga bisa lemah.” “Yah, selemah apapun kondisimu, kayaknya aku yakin kalau kau selalu menempuh jalan yang terbaik untuk solusimu.” “Darimana kamu tahu?” “Feeling” “Feeling yang bagaimana?” “Yaa feeling aja, bisa dirasakan tapi susah dijelaskan”
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Hug Me!

Hug Me!

kata Intan dengan mata yang mulai berembun. Mendengar ucapan Intan, hatinya terasa perih tak ada kata yang mampu keluar dari dalam dirinya. Sesaat suasana menjadi hening tanpa suara, yang ada nada lagu dari dalam café. Have I ever told you I want you to the bone Have I ever called you When you are ala alone And if I ever forget To tell you how I feel Listen to me now, baby I want you to the bone I want you to the bone
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 543 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

Setiap kalimat sindiran perawat yang terucap membuat wajah Andika semakin memucat. Dia teringat saat bertemu denganku di hari itu. Wajahku terlihat pucat. Dia juga teringat saat pulang di malam itu. Sikapku yang aneh, tak seperti biasanya. "Suasana hatiku buruk, mau tenangin diri dulu," ucapku saat itu… Ternyata… suasana hatiku buruk karena… karena dirinya… Andika meninju dinding dengan keras.
11.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Aku tidak akan pernah memaafkanmu. Halaman terakhir itu ditulis dengan tulisan yang berantakan, penuh dengan keputusasaan. Dharma membaca setiap kata, dan dadanya seperti dibelah dua. Ia bisa membayangkan betapa dingin dan putus asanya aku saat menulis kata-kata itu. Bisa membayangkan air mata yang jatuh di setiap hurufnya.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status