Ruang Rindu
Gidae.
Lukaku, air mataku, luruh bersama dengan derasnya sungai yang tidak ingin kulawan. Percumah berpikir untuk mengakhiri hidup jika setelah terjun masih mencoba melawan arus, kemana perginya tekad sok berani itu? Dulu aku selalu berpikir tentang orang yang bunuh diri tapi minta tolong di akhir terjunnya dalam air. Tapi kali ini aku tau, meskipun aku mau, tapi aku berpikir untuk benar-benar mengakhirinya. Aku tidak akan melawan arus meskipun wajah kecewa Gidae muncul secara tiba-tiba di otakku, biar air mataku menjadi bukti betapa terlambat aku menyadari apa yang ada di hatiku melebihi rasa bersalahku pada ibu, bapak, kak Farhan, dan Vian karena melupakan fakta bahwa bunuh diri akan memba
Bab Populer