Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hati yang Tersakiti

Hati yang Tersakiti

Dia baru saja mengalami morning sickness dan kepalanya masih terasa pusing. Ponselnya berbunyi. Akhirnya Ayahnya yang tinggal di Batam meneleponnya. “Kiara,” suara Ayahnya yang serak membuat emosi Kiara langsung meluap. Rasa rindu yang selama ini tertahan sedikit terbayarkan dengan mendengar suara sang Ayah tercinta. “Lho, Ki, kok kamu malah terisak sih?” Kiara menghapus air matanya yang seketika turun. “Maaf, Yah. Mungkin ini karena pengruh hormon jadi sering sedih begini.”
1037.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Tentang mimpi selaksa kejora Kuserah atma, bila cinta tak lagi bara Lebur rasaku Gemuruh dalam dada perlahan luruh Tumpah ruah kasih mengharu biru Sinar terik mentari serupa aurora peretas ragu Denting-denting jemarimu lembut mengitari Pada tiap-tiap inci kulit diri Memintal gundah jadi bahagia Menukar nestapa Mengubur luka di dalam palung sanubari Aku kalah Menyerah Segalamu teramat indah untuk terabai begitu saja _________________________________________________ "Rin ...." "Hmm ..." sahutku dari balik selimut. "Tau nggak, ini namanya apa?" "Apa?" "Ini namanya siang pertama." Aku tergelak, masih dengan selimut menutupi wajah.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

"Gue pengen muntah kalau liat lu senyum. Senyum lu kayak tahi!" Arya kecil terus menggelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan segala suara-suara aneh yang terus muncul di kepala. Tapi tak berhasil, suara itu entah berasal dari mana dan bertubi-tubi menyerangnya. Mengingatkannya lagi pada apa yang dikatakan seseorang yang membencinya itu. Arya menangis. "Arrgghh! Sakit, pusing" lirihnya tertahan.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Cinta yang Terenggut

Cinta yang Terenggut

“Hanya akan memperoleh caci-maki karena telah menjalin cinta dengan pria yang masih sah berstatus suami orang.” Kepalanya tiba-tiba terasa berat. Perutnya mual kembali. Kali ini seperti ada sesuatu yang akan tumpah. Karin bergegas menuju ke kamar mandi. Ia muntah-muntah di kloset. Wajahnya pucat pasi seketika. Matanya melotot. Ya Tuhan! serunya dalam hati. Jangan-jangan aku…. ***
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
CINTAKU TERGADAI

CINTAKU TERGADAI

Dan rasa sakit di perutku begitu membuat nafasku setengah terhambat. Beberapa perawat mendorongku ke kamar persalinan, namun aku sudah tidak lagi mampu menahan sakit ku, air mataku terus saja mengalir, aku rindu ibu dan ayah, harusnya Jovan menyemangati ku, tapi justru dia entah kemana. Samar-samar aku mendengar perbincangan dokter, bidan dan perawat yang masih berdiri tidak jauh dari tempat tidur bersalin.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Pernah mewarnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Adam sudah merebahkan diri di lantai saat Reff itu masih berlanjut. Dinginnya lantai semoga bisa meredam panas di dalam dada. Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu. Dengan masih tetap memegangi dada, dia meringkuk menangis berteriak tanpa suara. Melepaskan semua, mencoba menerbangkan ke langit, semoga terbawa oleh angin dan mengubur di suatu tempat yang tidak bisa djangkau oleh siapapun. Semua rasa cinta dan patah hati. semua penyesalan dan harapan.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

Cobalah kaupejamkan mata Gerimis jatuh bagai air mata … Kuharap dirimu bisa menunggu Besar harapanku ingin bertemu Sumpah mati, diriku sangat rindu … Aku coba merayu Tuhanku Berdoa di dalam sujudku Jika kita ditakdirkan bersatu Betapa bahagia hatiku … Memiliki kamu, anugerah Kau perhiasan yang kupunya Kusebut namamu di dalam doa Semoga kita bersama … Di saat ku menatap langit Apa engkau juga menatapnya? Cobalah kaupejamkan mata Gerimis jatuh bagai air mata … Kuharap dirimu bisa menunggu Besar harapanku ingin bertemu Sumpah mati, diriku sangat rindu
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sialnyq, pikiran Ria pun membujuk untuk menanggapi itu. Maka bermunculanlah riuh gemuruh yang satu per satu mengetuk ingatannya. Sebuah percikan listrik seperti menular ke titik-titik lain, merangkai mengantarkan pada sebuah memori. Seperti ada seruan akan adanya hal yang mengganggu dan meminta diselesaikan malam itu juga. Ria mencoba memejamkan matanya, tapi usikan itu kian jelas.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai merintih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status