Turun Ranjang
Si kembar pun langsung keluar dari kamarku dan mereka menuju ruang makan untuk sarapan, saat aku hendak memakai jilbab datang bang Dion.
"Jadilah dirimu sendiri, jangan jadi bayangan Sarah," ucapnya.
Degh!
Ucapan bang Dion membuat dadaku panas dan mataku basah.
Plak!
"Aku dandan seperti ini bukan untukmu Bang, tapi untuk anak-anak, aku tidak ingin mereka kehilangan sosok Bundanya," ucapku dengan mata basah.
"Dengan kamu berdandan seperti itu akan membuat mereka sedih!"
"Mereka baru lima tahun, Bang, mereka belum mengerti hal itu."
Hot Chapters