Belenggu Rumah Darah
Sosok-sosok yang pernah mereka hadapi, roh-roh yang tertahan di sana, dan yang terburuk—wajah Bram, sahabatnya yang hilang di dalam rumah itu, muncul lagi dalam mimpi.
"Arga, jangan bohong padaku." Suara Mira lebih pelan kali ini, penuh perhatian. Dia menatap Arga dengan lembut, seolah bisa membaca pikiran dan kekhawatirannya.
Arga menghela napas panjang. "Aku... aku mimpi buruk lagi," akunya akhirnya. "Setiap malam sejak kita kembali. Mereka terus muncul, Mir. Seperti... seperti ada yang belum selesai."
Hot Chapters