IZINKAN AKU MENDUA
“Ooohhh ... aku masih memandang punggung lelaki tadi. Mengapa aku seperti pernah melihat lelaki itu sebelumnya?
“Apa aku pernah bertemu dengannya, Mas?”
“Belum. Kalian baru kali ini bertemu. Ada apa, sayang?”
“Ng-nggak. Nggak apa-apa, Mas,” jawabku. Sementara hatiku masih bertanya-tanya, mengapa aku merasa pernah melihatnya? Apa hanya kebetulan saja ia mirip dengan salah satu sosok yang ada dalam imajinasiku selama ini? Ya, saat penglihatanku masih gelap gulita, aku selalu berimajinasi tentang beberapa wajah lelaki yang kuimpikan. Terlebih setelah usiaku menginjak remaja, aku sering menggambarkan sendiri lelaki impianku dalam benakku, kemudian memimpikan suatu saat bisa benar-benar bertemu d
Bab Populer