Dosa Dibalik Cadar
“Meskipun Zikra dan Syifa kadang masih terus menanyakanmu, tapi sepertinya anak-anak sudah mulai mengerti bahwa kita udah nggak bisa sama-sama.
“Sayang ...
“Aku nggak tau apakah aku berhasil mendidik mereka. Aku juga nggak tau apakah mereka sudah hidup bahagia atau tidak karena mereka di didik oleh laki-laki yang lemah sepertiku ...
“Sebenarnya aku takut, Sayang ... tapi aku selalu memperkuatnya dengan doa.
“Oh iya, kemarin. Waktu aku berada di kota Banjar Negara, aku bertemu dengan orang yang mirip sama kamu. Hampir sama persis. Dan mungkin, umurnya juga sama. Hanya saja, kulitnya sedikit lebih hitam daripada kamu. Juga dari cara berpakaiannya.
“Apa kamu punya saudara kembar, Sayang?
“Aku s