Rayuan Maut Para Tetanggaku
"Sama-sama, Kak. Kok bisa sih Kakak dikejar preman-preman itu? Apa jangan-jangan dia malak kakak ya, ihh jahat banget. Gimana ceritanya? Kakak baik-baik saja kan, apa ada yang luka?"
Aku tertawa kecil, meski badanku terasa sakit. "Gak apa-apa, ceritanya panjang. Dulu aku pernah bantu temen kerja yang kecopetan. Mereka temen-temennya si copet itu, gak terima temennya masuk penjara. Sejak saat itu, mereka dendam, terus mengejarku."
"Oh gitu, wah Kakak hebat! Berarti pinter bela diri ya. Tadi aku lihat gerakannya sangat lincah!" katanya, matanya berbinar.