Bangkitnya Istri Buta yang Dikhianati
“Terima kasih banyak. Tapi, sepertinya aku harus pulang, karena putriku pasti sedang ketakutan menungguku di rumah.
Jia mengangguk berulang. “Apa aku boleh ikut?” tanyanya, dijawab anggukan oleh Muni.
Keduanya berjalan menuju rumah Muni, sembari berbincang dan sesekali mengulas senyuman. Muni menceritakan alasan dia dikejar oleh preman, dan bersyukur bisa diselamatkan oleh Jia.
Itu tak jauh berbeda dari apa dirasakan oleh Jia. Setidaknya, kemunculan Muni bisa membuatnya sedikit melupakan masalah Tamara juga suaminya, yang cukup menyita ruang dalam hati dan pikiran.