CALON MERTUAKU
Lekas aku berjalan tapi salah satu dari dua preman menarik tanganku.
“Lepas, Bang, nanti abang mati.” Aku berusaha melepaskan diri, mereka berdua tertawa sejadi mungkin.
“Mbak, cepetan,” ujar supir travel.
“Iya, bentar.” Aku berhasil lolos.
Dua preman itu mengejarku tapi pada saat bersamaan mereka terdiam dan ada yang menarik mereka ke tempat yang lebih gelap lagi. Aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi aku tak mau ambil pusing.