Asmaraloka Sang Putri Pusaka
Hujan mulai turun gerimis, menimpa dedaunan, membasahi rambut dan pakaiannya.
Raras mendongak, merasakan dingin air yang menetes dari ujung dagunya. Langit pun seolah menentangku. Tapi aku tidak boleh berhenti.
Ia mencari jejak tanaman liar dan tanaman herbal, umbi, jamur, buah hutan, apa pun yang bisa menyambung hidup rakyatnya. Tangannya terulur menyibak semak, matanya awas mencari tanda-tanda. Sesekali, bayangan masa lalu menelusup ke benaknya. Hari-hari saat ia masih memimpin prajurit, tak gentar meski harus menembus belantara berhari-hari.
Hot Chapters