Pembalasan Untuk Pengkhianat
Kutendang-tendang pintu depan, memberi kode ke Mamah, bahwa ada yang tidak beres di dalam rumahku.
Suara Mamah sudah tidak terdengar lagi, aku pun beringsut menjauh dengan gaya duyung berenang, hanya saja duyung berenang di air, sedangkan aku di kramik rumahku.
Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada suamiku, kupastikan dalangnya membayar mahal atas semua ini.
Tidak jauh dari tempatku menjauh dari daun pintu, kini pintu depan sudah di dobrak berkali-kali. Hingga terbuka lebar, Mamah menjerit melihatku dan Gunawan yang bersimbah darah.