Please Me, Dear Boss
Tangan Kanaya terulur, mulai membelai pelan milik Sagara.
“Gak ada yang tersisa untuk saya, Pak.” bisik Kanaya. “Take all.”
Sagara bangkit, lalu membuka kedua kaki Kanaya, merentangkannya lebar. Dan mulai menekan miliknya pada lipatan milik Kanaya, menggeseknya dari bawah ke atas, menggoda gadis itu.
“Tidak ada penyesalan, Naya...” ucap Sagara.
Perlahan Sagara menekan ujungnya masuk ke celah kecil itu, mata Kanaya melebar.
الفصول الرائجة