Hear Me
Karena setiap hari nya dia bekerja bagai kuda, yang tidak mengenal kata lelah.
"Pesanan nomor 33," ucap Rinji sopan dengan senyum ramah yang tak luput dari bibir nya ketika dia mengantarkan pesanan pada meja pelanggan.
"Terima kasih, Mbak."
"Sama-sama. Selamat menikmati." Setelah itu Rinji bergegas pergi. Baru beberapa langkah dia berjalan, seseorang memanggil nya dengan sebutan, "Waitress!" Rinji pun menoleh, lantas segera menyambangi orang tersebut yang duduk di meja 18 bersama pasangan nya.
Hot Chapters