Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

Namun, malu dan takut menghantuinya terus. “Duh, padahal Bibi teh bawain kopi, nih!” Khaira menatap nanar cairan kental dalam cup berukuran large yang disodorkan Bi Ocih. Dari warnanya yang tidak terlalu pekat, Khaira mengenalinya sebagai moccacino latte. Salah satu varian kopi yang paling banyak digemari di kedainya setelah cappucinno dan caffe latte.
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 258 Times as mocca happy
Show Reviews (85)
Read
+Library
Eneng Susanti
Siapapun yang membaca cerita ini, tolong berikan tanda dengan komen atau ulasan. Walau hanya sepatah dua patah kata, itu sangat berarti bagi penulisnya 🥲 Terima kasih buat semua yang sudah memberikan ulasan ...
Agatha Orchidas
ternyata cerita ini manis kak... ... aku suka alurnya, aku gak paham ttg bahasa yg bagus baik dan benar itu seperti apa... sejauh ini bagiku bahasa hanya penghantar penyampaian kata... intinya aku suka... ... semangat terus kak... lanjut ya... ...
Read All Reviews
Duka Cita

Duka Cita

“Mobilku ada yang beli, nggak pake nawar.” “Kamu punya mobil?” Arya bertanya sembari asyik mengunyah sarapannya. “Tapi mau beli mobil? Nggak mobilmu itu aja bawa ke sini.” “Mobilku sedan Eropa, Mas,” terang Cita kembali mengambil sendok dan siap menyantap sarapannya. “Yang bener aja aku keliling pake mobil itu.” “Memang keliling ke mana, sih?” Arya mendadak penasaran.
9.839.5K viewsCompletedAdded to Library 830 Times as mocca happy
Read
+Library
Nobody Knows

Nobody Knows

“Lalu ada luwak, kolombia, jamaika, kona, gayo, kintamani, dan jenis minumannya yaitu espresso, ristretto, americano, latte, macchiato, mocha, dan…” “Cappuccino.” Ujar Haru tersenyum melihat orang Korea di depannya, dia menatap Kirei mempersilahkan menerjemahkan, Kirei menatap Haru dengan tatapan kesal. Tidak kunjung menerjemahkan, atasan Kirei menoleh menatap Kirei, Kirei tersenyum canggung.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as mocca happy
Read
+Library
Mon Amour

Mon Amour

Hanya saja, pernyataan Nazilla terdengar ambigu di telinga Farrin hingga ia menangkap maksud yang salah. Begitu Nazilla hilang dari pandangan Farrin, Farrin menghela napas lega. Ia lantas melanjutkan acara makannya yang tertunda dan menghabiskan steak kesukaannya yang tadi masih tersisa, juga, smootie pisang yang masih terseruput separuh. “Syukurlah Mama sudah pulang. Aku bisa menemanimu makan siang sekarang!”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 186 Times as mocca happy
Read
+Library
MARCO-POLO

MARCO-POLO

sahut Polo terlihat serius, duduk di pinggir bak. "Kota ini ditinggalkan. Aku tak mencium bau monster sepanjang mobil kita melintasi aspal. Namun, tak ada bau manusia juga," sambung Marco yang berdiri di bak belakang dengan kacamata hitam karena silau matahari. Tiba-tiba, NGENGGG!! Sontak, semua orang di mobil bak tersebut menoleh ke asal suara. Dua buah motor trail muncul mendekati mobil mereka. Polo dan anggota timnya tegang seketika.
1015.2K viewsOngoingAdded to Library 454 Times as mocca happy
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

titah Yasa dengan mimik wajah marah. Byakta memanyunkan bibirnya. Dia melempar handphone Yasa. "Mengapa kau marah? Aku hanya bercanda. Aku sangat tahu kalau hatimu hanya milik Lovie," kata Byakta dan kembali memakan camilannya. Yasa terdiam mendengar itu, dia menghela napas dan memejamkan matanya. ****
102.8K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as mocca happy
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Tok Tok Mawar langsung tersentak, dia berlari menuju ranjang kembali, memposisikan nampan makanan di pangkuan seperti semula. "Berusaha untuk kabur, heh?" Mawar langsung mendongak dan menatap Nico dengan pandangan tidak bersalah. Nico berdecak melihat ekspresi itu, "ck. Kau lihat itu?" tunjuk Nico pada benda yang tidak asing di mata Mawar. "Cctv itu tersambung ke ponselku," ucap Nico sambil mengangkat ponselnya. "Apa-apaan kau, keparat!" Mawar sontak berteriak, kedua tangannya mengepal.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as mocca happy
Read
+Library
Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu

“Aku di hajar. Sekarang jawab pertanyaanku, minuman itu enak apa tidak?” Felix melihat kepada pesanannya sendiri. “Jelas saja enak,” sahut Felix. Kevin berjalan menuju counter pemesanan untuk memesan hal yang sama kepada pegawai tersebut. “Moccachino satu,” pesan Kevin. “Moccachino panas atau dingin?” tanya pramusaji. “Dingin. Tambahkan susu dan es batu,” tukas Kevin yang memberitahu pesanannya sendiri.
9.5K viewsOngoingAdded to Library 293 Times as mocca happy
Read
+Library
Bukan Milkku

Bukan Milkku

Dia menghapus jejak minuman di bibirnya menggunakan telapak tangannya, Dan menaruh kembali minumannya di atas meja. Lalu dia membuka ponselnya, untuk memesan menu utama untuk marathon kali ini. Pasti kalian sudah tahu ... betul sekali! Ayam Goreng!! Dia memesan secara online, mungkin kurang lebih 30 menit, pesanannya akan sampai. Sana menyimpan kembali ponselnya di atas meja dan fokus menonton film yang sudah terputar di layar tv
2.0K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as mocca happy
Read
+Library
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Di mata kamu kayaknya aku emang selalu rewel seperti anak kecil.” Sahutan Badai membuat Padma tertawa seraya mengangguk, kemudian perempuan itu kembali kepada pegawai La Maison yang masih menunggunya. “Starbucks coffee-nya empat, sama blueberry and lavender, salted popcorn, S’mores, dan brownie batter.” Padma membayar macaron-nya begitu pegawai tersebut selesai menata macaron pilihannya. Tangannya kalah cepat dengan Badai yang langsung mengambil belanjaan Padma dalam rangka ngidam tersebut.
6.1K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as mocca happy
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status