Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hoffen

Hoffen

“Hah? Gue nggak ngerti maksud lo.” “Gue tadi beli kopi cappuccino, dia mau yang americano. Gue beli yang americano panas, dia minta yang dingin. Gue beli yang dingin, tapi dia bilang kalau kopinya terlalu pahit. Terus minta tukar yang latte,” jelas Trisha panjang lebar.
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 406 Times as mocca happy
Read
+Library
MOIROE

MOIROE

Jadi mereka adalah Neo Agueda dan Alma Mogard. Neo memiliki postur tubuh yang sedikit mirip dengan Evander, dengan rambut berwarna kuning keemasan yang membuat orang lain berpikir bahwa dia adalah pria yang sangat ramah. Namun dia memiliki jejak kedewasaan dilihat dari postur tingginya yang menyamai Archer.
1026.0K viewsCompletedAdded to Library 570 Times as mocca happy
Read
+Library
SUNNY

SUNNY

Rasa ingin ke toilet tadi hilang begitu saja. Aku tiba di depan kelas Mama kebetulan keluar. "Sunny, ayo kita pulang. Ayo ikut aku ke caffe dulu yuk" aku hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman. kami berjalan menuju caffe yang tak jauh dari daerah kampus. jalanan sepi mungkin karena hari masih pagi walau sudah jam 10 pagi tak terlalu banyak kendaraan ataupu orang yang berlalu lalang.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as mocca happy
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

“Hot Capuccino Latte.” Mako tersenyum ramah lantas mencatat apa yang dipesan. Setelah itu menerima kembali buku menu dari Alan. “Pesanan anda akan segera siap, tuan.” “Omong-omong, Carissa ada?” Alan membuka suara sebelum Mako pergi meninggalkan mejanya. Mako memutar badan kemudian kembali mengembangkan senyumnya. “Maaf, tuan, nona hari ini masih tidak bisa ke kafe. Apa tuan ada janji dengan nona?”
2.9K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as mocca happy
Read
+Library
Hati Biru Affa

Hati Biru Affa

Mutia segera menampilkan wajah khawatir. “Kamu marah ya?” tanyanya khawatir. Aku menggelengkan kepalaku. “Keburu minumanmu dingin. Setauku, kamu suka yang panas,” jawabku seraya menunjuk ke mochaccino miliknya yang berada di hadapanku. Dia tampak terkejut. “Kamu tahu aku suka mocha panas?” tanyanya tidak percaya. Aku tersenyum.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 154 Times as mocca happy
Read
+Library
Mama Muda

Mama Muda

"Mama? Ngapain ke mari?" ***
1023.0K viewsCompletedAdded to Library 621 Times as mocca happy
Read
+Library
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Lalu membawa satu wadah kembali ke ruang TV. Diana tampak menikmati makanan sehat itu hingga tak memerhatikan sekitar. Seseorang duduk disampingnya dan menyodorkan segelas susu rasa mocca kepadanya. "Minum!" "Apa ini?" tanya Diana ragu-ragu. Pasalnya ia tak tahu kapan pria ini membuatnya. "Susu ibu hamil. Aku nggak tahu rasa apa yang kamu suka. Kalau Meta, sudah pasti dia suka sama mocca, jadi aku belikan saja kamu susu rasa mocca," ucapnya datar.
1094.5K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as mocca happy
Read
+Library
CHAYYARA

CHAYYARA

Armor mengangguk tanda setuju, pria itu mencium puncak kepala Chayyara. "Yang ini juga." Chayyara memasukan item sate padang. Lagi-lagi Armor mengangguk. "Sepertinya ini enak, Kay ingin ini juga." "Oh, ada ini juga? Kay juga ingin ini, dan ini juga." "Wah kayanya pada enak-enak, Kay juga ingin ini satu." "Ada puding mangga! Baby-baby pasti suka, Kay beli ini juga." "Hmmm ini juga boleh deh, Kay sudah lama tidak makan ini."
106.8K viewsOngoingAdded to Library 238 Times as mocca happy
Read
+Library
Ranjang Suami yang Terbagi

Ranjang Suami yang Terbagi

Tak lama ia keluar dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam cafe. Segelas Moccachino latte kini sudah terhidang di atas meja. Wanginya yang menguar membuat perasaan Karin sedikit nyaman. Perlahan ia menyesap minuman hangat itu, setidaknya segelas Moccachino latte tersebut mampu membuat suasana hatinya sedikit membaik. Helaan nafasnya terdengar berat lalu menyandarkan tubuhnya dengan mata terpejam. Sungguh, Karin sudah cukup lelah dengan semua ini.
1032.8K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as mocca happy
Read
+Library
Ketika Suami Tak Lagi Peduli

Ketika Suami Tak Lagi Peduli

Setelah sampai, ia menyuruhku turun lebih dulu, sedangkan dia memarkirkan mobil. “Rista, tolong pilihkan mochi untuk Maura dan juga staf kantor. Saya mau menelepon Pak Handi sebentar.” “Iya, Pak,” jawabku lantas turun dari mobil. Ketika memasuki toko tersebut, aku melihat ada banyak varian mochi di sana. Aku jadi bingung harus memilih yang mana karena aku tidak tahu kesukaan Maura. Namun mengingat Maura pernah memberiku hadiah cookies cokelat, aku rasa gadis kecil itu pasti menyukai rasa cokelat.
1038.2K viewsCompletedAdded to Library 764 Times as mocca happy
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status