PERFECT HUSBAND
guyonnya, mama dan dia terkekeh.
“Pastinya hanya ingin terlihat cantik di depan calonnya, semoga saja.’’candanya lagi, semua orang tampak tertawa renyah, hingga percakapan kami terhenti saat melihat dua orang turun dari tangga. Seorang ibuk-ibuk paruh baya, dan anak bungsunya yang cantiik, untuk sejenak. Aku tidak berhenti memandangnya, rambutnya panjang sepinggang tergerai dengan sedikit bergelombang di ujung tertata indah berwarna hitam legam, alis matanya alami tersusun rapi bola matanya jernih dengan bulu mata lentik, bibirnya tak henti membingkai senyum hangat, langkahnya elegan dan gayanya sangat casual dan sederhana sekali namun masih bisa terkesan mewah. Sedikit aku berdengus pelan d
Sikat na Kabanata