Duda Pilihan Ayah
ujar Aida dengan wajah sedihnya, bahkan Nara bisa melihat kilatan kesedihan di mata mertuanya.
Nara terdiam menunggu mertuanya kembali melanjutkan.
“Sejak umur 12 tahun Dewa sudah kehilangan ayahnya karena kecelakaan, dan semua barang berharga yang kami punya diambil oleh adik kandung ayahnya. Dan kami tidak memiliki apapun sehingga kami harus tinggal di kontrakan satu ke kontrakan lainya, karena kami sering diusir karena tidak bisa membayar, bahkan makan pun waktu itu kami susah,” ujar Aida tersenyum dengan mata berkaca-kaca. “Saat itu ibu sedang mengandung Denny sehingga Dewa harus bekerja sepulang sekolah hanya untuk kita bertiga makan, Dewa sering di bully dan di ejek oleh teman-temannya