Gemintang
Tak ada sahutan, pintu kamar itu terkunci rapat—tak ada celah terbuka meski hanya satu inci.
“Arusha, jangan gini. Kita bicarakan, ya?” Keenan menggerakan tuas pintu sekali lagi.
“Kita dobrak pintunya bagaimana, Pak? Saya khawatir sesuatu terjadi sama mas Arusha,” saran maid.
Keenan berpikir sesaat dan lalu mengangguk, ia memberi perintah pada satpam yang berjaga untuk mendobrak dalam waktu bersamaan.
Hot Chapters