Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kita Saling Berbohong

Kita Saling Berbohong

“Wow, aku hanya membawa dua coklat panas, tidak tahu jika ada satu personil lagi.” Entah apa yang lucu, tapi Kendall tertawa terbahak-bahak. “Kamu pasti Sharon, ‘kan?” tanya Kendall sembari masih menahan senyumnya. Sharon meletakkan gelas di atas meja, “benar, aku Sharon.” Kendall spontan berdiri dan memeluk Sharon, membuat matanya membelalak saat kejadian tak terduga itu terjadi. Tapi, Sharon tidak mempermasalahkan itu, ia membalas pelukan Kendall.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

kataku sambil bersandar di sofa, mengangkat kaki yang sakit ke atas bantal. Sambil menunggu, kami menyalakan televisi dan menonton acara komedi. Tawa dan canda dari layar membuatku merasa lebih ringan, meskipun rasa sakit di lututku masih terasa menyengat. Aku berusaha untuk tidak memikirkan ketidaknyamanan itu dan lebih fokus pada momen yang menyenangkan bersama Maya. Namun, saat kami sedang asyik menonton, ponselku berbunyi. Melihat layar, aku melihat pesan dari Adrian. Hatiku berdebar, harap-harap cemas saat membaca isi pesannya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
Mama Muda Milik sang Konglomerat

Mama Muda Milik sang Konglomerat

Entahlah ini perasaanya saja, jika makan makanan yang terlalu manis, kepalanya tiba-tiba migrain. “Kayla mau coba itu papi,” ucap Kayla menunjuk pancake nya. Tigran tersenyum, “Oke, sayang,” Tigran memotong bagian kecil pancake itu, dan menyuapi Kayla, sementara tangan Kayla masih memegang waffle coklat. Tigran dengan asyiknya menyuapi Kayla, namun beberapa detik berlalu waffle yang dipegang Kayla terjatuh dan mengenai kaos putihnya. Naomi yang melihat itu dengan sigap lalu mengambil tisu.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

"Buat kopi hitam tanpa gula. Taruh di kolong tempat tidur Rahman. Nanti malam, aku ke sana. Kalau berkurang, berarti Rahman kena guna-guna," papar Wak Toriq dari seberang sana. Ambu dan Abah yang mendengar itu pun tersentak. Mereka saling pandang. Awalnya, besok akan memanggil Kakak Ambu itu.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Kan, Mami sudah bilang, nggak usah ngerepotin Arya.” “Tapi, kita, kan, nggak ngerti mesin mobil, Mi.” Awalnya, Cita memang tidak ingin merepotkan Arya. Namun, bila mereka nantinya dibohongi makelar mobil, maka uang yang dikeluarkan pasti akan lebih banyak lagi. Untuk itulah, lebih baik Cita meminta tolong Arya sekali lagi. “Entar kalau beli kucing dalam karung, kan, rugi sendiri.”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

PLAK! Bersambung ….
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
Miss Montok

Miss Montok

“Makanya kalau bawa makanan, jangan ditawarin terus ke dia. Ntar tambah bulet!” Rasanya mau marah, tapi memang kenyataan. Kalau mau berpikir positif, masih untung aku dijuluki 'Miss Montok'. Soalnya konotasi 'montok' lebih cenderung ke padat berisi, daripada 'gendut' yang terkesan melecehkan.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 531 kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
Muda dan Liar

Muda dan Liar

ucap Alexi yang langsung membuatku melotot tak percaya kearahnya. “What?”
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

SUSI "Sakit, Mas!" rajukku dengan nada dibuat semenyedihkan mungkin. Ini penting agar mas Ragil lebih panik lagi. Dan, kuharap dia akan makin benci pada si gentong itu. Dasar gentong burik. Mau bersaing denganku, Hah? Lihat saja kamu pasti akan berakhir menyedihkan. Aku akan menguasai jiwa, raga dan harta mas Ragil hingga tiada yang tersisa untuknya.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

"Nyonya, silahkan." Kei menyerahkan map coklat itu pada Riri. Wanita itu terlihat meragu. Apa lagi ini? Mengapa kehidupannya kini banyak kejutan? Untung saja jantungnya ciptaan Tuhan. Jika ciptaan manusia, pasti sudah copot karena kaget berkali-kali. Dengan tangan yang gemetar, Riri menerima map coklat itu. Kemudian dengan perlahan, Riri membukanya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai muka konyol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status