Terpaksa Menikahi Om-Om
Makoto membuka mulutnya, rasanya tak rela Ryuji banyak menangnya.
"Makan aja sendiri. Udah punya es krim masih aja minta punya gue," ketus Aoi pedas.
"Judes banget sih. Kalem dong, biar aku tambah cinta," sehari saja Aoi tak pernah kalem dan feminim.
"Gue kalem? Yang ada tambah banyak yang suka! Apalagi chat," nomornya saja ia ganti luar negeri, chat P yang spam karena ingin kenalan membuatnya risih.