Wholehearted Love
Ia turut berbahagia untuk mereka berdua.
"Kami pulang dulu ya, Tri? Eh hampir lupa, gue cuma mau bilang, kalau lo senyum itu jangan cuma di bibir doang dong Tri, tapi dari hati lo juga. Jadi senyum lo tampak indah. Lihat deh, sekarang bibir lo senyum, tapi mata lo nggak. Lo jadi kayak main sinetron. Nggak ada ekspresinya. Kalo ada Om Satria pasti si Om akan bilang gini," ekspresinya manaaa... hehehe... gue balik ya, Tri? Jangan lupa bahagia ya?" Tria hanya mampu melambaikan tangannya. Ia tidak sanggup berbicara. Di saat semua orang selalu mengatakan kalau dia itu kuat, cuek dan hebat. Justru seorang Mer yang pikirannya sangat sederhana tapi mampu melihat kerapuhannya.
Hot Chapters