Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

"Ma, tolong aku! Ayah mengunciku di dalam mobil." Aku menerima telepon dari putriku pada pukul 2 siang di musim panas saat matahari sangat terik. Aku panik ingin menyelamatkannya dan buru-buru menelepon suamiku. Tapi, begitu telepon diangkat, suaranya terdengar tidak sabar. "Anak Olivia sedang ngambek, aku mau menemaninya berkeliling taman hiburan. Jangan ganggu aku!" Mendengar suara panggilan diputus, hanya satu yang ada dalam benakku. Kalau terjadi apa-apa pada putriku, kalian harus membayarnya!
8.8K viewsCompletedAdded to Library 315 Times as nada dering telepon
Read
+Library
Cinta Palsu Suami Mafiaku

Cinta Palsu Suami Mafiaku

Tubuh kami saling terjerat di dalam mobil. Suamiku terus bergerak di dalam tubuh bagian bawahku, bibirnya mencium dadaku, lalu dering ponsel tiba-tiba menyadarkanku dari lamunan kami yang memabukkan. Ariel pun menjawab tanpa ragu. Itu salah satu teman terdekatnya dari dunia medis, berbicara dalam Bahasa Garnia. “Ketua.” Suara itu berkata dengan santai, “Selingkuhanmu sudah hamil dua bulan. Kau mau gimana?” Ariel tidak berhenti. Nada suaranya tetap tenang. “Merlin nggak bisa punya anak,” jawabnya. “Aku akan biarkan Sintia mengandung bayi itu sampai lahir, lalu mengadopsinya sebagai anakku sendiri. Itu akan mengamankan posisi pewaris. Ini rahasia kita berdua.” Sesuatu di dalam diriku membeku. Dia lupa satu hal .... Aku mengambil jurusan Bahasa Garnia. Bahkan, dia mempelajari bahasa itu hanya untuk memenangkan hatiku. Tapi aku tidak berteriak. Aku tidak mengonfrontasinya. Sebaliknya, aku tersenyum, tetap diam, dan terus berperan sebagai istri yang sempurna. Kemudian, aku menyelipkan surat cerai ke dalam kontrak pembelian properti dan melihat suamiku menandatangani tanpa membacanya terlebih dahulu. Setelah itu aku diam-diam mendaftarkan identitas baru. Selama tiga hari berikutnya, ketidakhadirannya, dan pesan-pesan mengejek dari wanita itu, menghapus harapan terakhir yang kumiliki tentang cinta. Ketika identitas baruku aktif, aku pergi tanpa menoleh ke belakang. Membawa serta anak di dalam rahimku. Dan, menghilang dari dunianya selamanya ....
3.6K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as nada dering telepon
Read
+Library
Kesandung Cinta Si Ulat Buku

Kesandung Cinta Si Ulat Buku

mereka sering mengira Kota itu ramai. Tapi pada kenyataannya Kota itu tak pernah benar-benar ramai, bagi Vania rumah Vania selalu terasa lebih sunyi daripada jalanan di luar sana. Rumah dua lantai dengan pagar hitam tinggi itu berdiri megah, tetapi tak pernah terasa hangat. Dindingnya kokoh, lampunya terang, namun percakapan di dalamnya selalu singkat dan seperlunya. Vania tumbuh di antara jadwal rapat dan dering telepon papahnya yang tak pernah berhenti. Pria itu selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang ketika malam hampir habis. Jas kerjanya rapi, wajahnya tegas, tetapi waktunya tak pernah cukup untuk duduk sebentar dan mendengarkan cerita putrinya. Di meja makan yang panjang, kursi papah sering kali kosong atau jika terisi, hanya ada keheningan yang menggantung canggung. Bagi Vania. rumah bukan tempat berbagi cerita, melainkan tempat menyimpan luka. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswi pendiam. Senyumnya manis tapi siapa yang tahu sorot matanya menyimpan lelah yang tak dimengerti teman-temannya. Ia pernah menemukan tempat bersandar seseorang yang membuatnya merasa didengar, dihargai, dan tidak sendirian. Seseorang yang menjadi dunianya ketika rumah tak lagi terasa utuh. Namun sandaran itu runtuh. Orang yang paling ia percaya justru meninggalkannya dan menghianatinya. Sejak saat itu, Vania belajar menjadi wanita yang lebih tegar. Ia yakin bahwa ia mampu melewati semuanya sendiri. Lorong sekolah, bangku taman, dan sudut perpustakaan menjadi saksi bisu tangis yang ia sembunyikan. Hari-harinya berjalan datar hingga suatu pagi, di tengah riuh langkah siswa dan bel yang menggema, takdir mempertemukan ia dengan seseorang. Seseorang yang mampu mengerti yang terdalam yang tersembunyi di balik dirinya. Dan seseorang yang mempunyai luka yang sama. Dan di sanalah cerita Vania benar-benar dimulai di antara luka yang tak kunjung sembuh, dan harapan yang diam-diam tumbuh kembali.
328 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as nada dering telepon
Read
+Library
Penyesalan Seorang Komandan

Penyesalan Seorang Komandan

Setelah terlahir kembali, Sheila Santoso seolah-olah berubah menjadi orang yang berbeda. Dia tidak lagi bangun sebelum fajar, dan menghitung waktu dengan cermat untuk menyiapkan sarapan hangat bagi Jevan Ferdinan, memasukkannya ke dalam termos makanan, lalu mengantarkannya sampai ke markas resimen hanya agar suaminya bisa menikmati masakan rumah. Dia juga tidak lagi menjemput anaknya di tempat penitipan setiap sore, menggandeng tangan putranya sambil mendengarkan celotehan si kecil tentang lagu baru yang dipelajarinya hari itu. Bahkan ketika putranya mengalami kecelakaan lalu lintas dan dirawat di rumah sakit, dia tetap tidak menghiraukan puluhan panggilan telepon dari Jevan. Baru pada panggilan ke tiga puluh delapan, akhirnya dia menerima telepon itu dengan santai. Suara Jevan yang semula penuh kecemasan kini seperti menahan amarah, "Jodi kecelakaan. Apa kamu tau?" Sheila menggenggam gagang telepon, pandangannya tetap tertuju pada dokumen di hadapannya. Suaranya tenang tanpa emosi, "Tau. Bukannya kamu udah nelepon puluhan kali?"
4.9K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as nada dering telepon
Read
+Library
Hati yang Berubah, Cinta yang Mati

Hati yang Berubah, Cinta yang Mati

Presdir yang biasanya dingin dan terhormat itu menyeretku masuk ke kamar setelah mabuk. Setelah semalaman yang kacau, dia bertanya padaku, "Mau nikah sama aku?" Entah kenapa, aku malah mengangguk. Aku kira ini adalah awal dari cinta, tapi ternyata setelah tiga tahun menjalani pernikahan rahasia dengannya, aku tetap tidak pernah mendapatkan status yang jelas. Sampai pada hari ulang tahun pernikahan kami, cinta pertamanya pulang ke negara ini. Dia meninggalkanku sendirian di restoran sampai tutup demi pergi ke bar menjemput wanita itu, sementara aku pulang dengan diguyur hujan deras. Saat aku hampir pingsan karena radang lambung akut, dia malah meninggalkanku begitu saja demi satu panggilan telepon dari cinta pertamanya itu. Di kantor, ketika wanita itu bertanya siapa aku, dia menjawab dengan nada dingin, "Cuma sekretaris." Memanfaatkan kesempatan saat dia pergi dinas bersama cinta pertamanya, aku meninggalkan surat perjanjian cerai, membereskan rumah, juga membereskan perasaanku sendiri, lalu menghilang dari dunianya.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as nada dering telepon
Read
+Library
Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

Di tahun ketiga pernikahan Marissa Pranaya dan Arka Kivandra, ada sebuah kabar baik. Akhirnya, Marissa bisa meninggalkan laki-laki itu. "Satu bulan lagi kakakmu akan pulang. Selama sebulan ini, teruslah berpura-pura menjadi dirinya dengan baik." Di ujung telepon, suara Bu Elvira Pranaya terdengar dingin seperti biasanya. "Setelah semua ini berakhir, aku akan kasih kamu 60 miliar, agar kamu bisa menjalani hidup yang kamu mau." "Aku mengerti," jawab Marissa pelan, suaranya tenang bagaikan air yang tiada bergelombang. Setelah menutup telepon, Marissa menengadah, menatap foto pernikahan berukuran raksasa yang terpajang di dinding.
12.6K viewsCompletedAdded to Library 341 Times as nada dering telepon
Read
+Library
Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Putraku menderita diseksi aorta, keadaan di mana terjadi robekan pada arteri utama tubuhnya. Dia perlu dioperasi sesegera mungkin. Suamiku adalah seorang spesialis jantung. Namun, aku tidak meneleponnya, melainkan langsung melaju ke rumah sakit. Di kehidupan sebelumnya, setelah aku berulang kali memohon, suamiku akhirnya pulang bersama ambulans dan membawa putra kami ke rumah sakit. Dia juga mengaturkan kamar terbaik untuk putra kami. Berhubung suamiku lupa membawa ponselnya, dia tidak menerima telepon dari teman semasa kecilnya yang penyakit jantungnya kambuh. Akhirnya, temannya itu pun meninggal dalam ambulans. Suamiku menghilang selama tiga bulan. Setelah dia kembali, semuanya kembali seperti semula. Bahkan di hari ulang tahun putra kami, dia yang berinisiatif memasak. Ternyata, dia menaruh racun dalam masakannya. “Kamu yang paksa aku pulang untuk jemput Levi. Kalau aku menerima telepon Sophia hari itu, dia nggak akan mati. Kalian sekeluarga adalah pembunuh! Kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian!” Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari putraku tiba-tiba terkena serangan jantung. Kali ini, suamiku menerima telepon dari Sophia. Namun, kenapa dia malah akhirnya berlutut dan meminta maaf padaku?
7.4K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as nada dering telepon
Read
+Library
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Sudah lima tahun menikah, tiba-tiba cinta pertama suamiku mengunggah foto sertifikat rumah di instagram. Dia menulis, "Terima kasih Kak Boni sudah memindahkan kepemilikan rumah ini untukku." Aku terkejut melihat alamat di sertifikat itu adalah rumah kami, jadi aku memberikan komentar, "?" Tak lama kemudian, suamiku langsung meneleponku dengan nada marah, "Dia itu ibu tunggal, kasihan sekali. Aku hanya memindahkan kepemilikan rumah supaya anaknya bisa lebih mudah untuk daftar sekolah nantinya. Itu nggak akan mengganggu tempat tinggal kita!" "Kenapa kamu nggak punya hati nurani? Masa nggak bisa sedikit bersimpati?" Di balik telepon, terdengar suara tangisan lembut dari cinta pertamanya. Setengah jam kemudian, cinta pertamanya mengunggah lagi, kali ini menandai aku di unggahannya. Dia memamerkan sebuah mobil mewah seharga dua miliar, lengkap dengan catatan, "Dibayar lunas, seperti kata pepatah, pria yang mencintaimu akan rela menghabiskan uang untukmu." Aku tahu itu hadiah dari suamiku untuk menenangkannya. Tapi kali ini, aku sudah memutuskan untuk bercerai. Bukankah hanya memberinya sertifikat rumah?
13.4K viewsCompletedAdded to Library 535 Times as nada dering telepon
Read
+Library
Cinta Rumit Tiga Sekawan

Cinta Rumit Tiga Sekawan

"Wenny, sejak kamu kecil, keluarga kita sudah menjodohkanmu. Sekarang kan penyakitmu sudah hampir sembuh, apakah kamu mau pulang ke Kota Jintara dan menikah? Kalau kamu tetap nggak mau, aku akan bicara lagi sama ayahmu untuk membatalkan perjodohan ini." Di dalam kamar yang remang-remang, Wenny Sanjaya hanya bisa mendengar keheningan. Saat orang di ujung telepon hampir menyerah untuk membujuknya lagi, tiba-tiba dia berkata, "Aku mau pulang untuk menikah." Bu Maya Sanjaya tertegun di seberang telepon, seperti tidak menyangka, "Kamu ... kamu setuju?" "Wenny menjawab dengan tenang, "Ya, aku setuju. Tapi, aku masih butuh waktu untuk menyelesaikan urusanku di Kota Hanis. Aku akan kembali dalam dua minggu. Ibu, kalian siapkan saja dulu pernikahannya." Setelah mengucapkan beberapa pesan tambahan, dia menutup telepon.
6.2K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as nada dering telepon
Read
+Library
Di Hari Nikah, Aku Pergi

Di Hari Nikah, Aku Pergi

“Nona Liana Tandra, kami telah menyiapkan mayat yang persis sepertimu sesuai permintaan Anda. Sepuluh hari kemudian, kami akan mengirimkannya ke pernikahanmu dengan Tuan Hansen Gunadi.” Setelah mendengar jawaban dari staf di telepon, ketegangan Liana selama berhari-hari akhirnya sedikit mereda. “Baik, terima kasih.” “Sama-sama, ini memang pekerjaan kami. Anda tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang curiga dengan mayat ini.” Setelah mendapatkan jaminan, Liana menghela napas lega. Kemudian dia memastikan lagi rincian pengiriman mayat dengan staf, dan menutup telepon lalu masuk ke dalam ruangan VIP. Ruangan VIP yang awalnya berisik, seketika semua orang terdiam saat melihatnya masuk.
28.1K viewsCompletedAdded to Library 702 Times as nada dering telepon
Read
+Library
PREV
123456
...
29
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status