Tujuh Tahun Yang Suram
Sentuhan kecil begini saja, buat istrinya ini berdebar.
“Enggak apa-apa, Mas. Yang penting Makan minum, Mas terpenuhi dan pengobatannya lancar. Untuk biaya hidup, yang mas kasi dari uang sewa bagi dua dengan kakak Zafian cukup koq, untung kios sembako juga ada, Mas.” Terang Mirna panjang lebar dan tenang sesekali diperhatikan jemarinya yang bertaut dengan jemari suaminya itu, buat hatinya menghangat. Padahal bukan nafkah itu yang dimaksud Sakha, tapi nafkah batin. Sebab kalau nafkah lahiriah, insya Allah memang cukup, rumah besar milik Sakha dulu disewa oleh salah satu kontraktor dengan lantai bawah dijadikan kantor diatas ditingali beberapa karyawan. dibayar setahun sekali, hasilnya buat Za
ตอนยอดนิยม