Boss With Benefit
ujarnya dengan suara lembut.
Naila memejamkan mata sejenak sebelum menjawab pelan, “Teh lemon hangat, Dev. Aku mau itu.”
Devan mengangguk tanpa berkata apa-apa. Ia langsung beranjak lagi, kali ini menuju dapur untuk membuatkan teh lemon. Tangannya cekatan menyiapkan teko, menuang air panas, dan memeras potongan lemon. Saat teh hangat itu siap, ia segera membawanya ke kamar, aroma segar lemon memenuhi ruangan. Naila sudah duduk bersandar di kepala ranjang ketika Devan kembali. Ia membantu Naila memegang cangkir itu dengan hati-hati. “Pelan-pelan, coba sedikit dulu,” katanya, nada suaranya lembut seperti bisikan.
Capítulos em Alta