KEMBALILAH SUAMIKU
Rara masih asik bertelepon menggunakan bahasa Jepang yang aku sendiri tak tahu artinya, tetapi terlihat dari wajahnya ia begitu senang sekali, baguslah ia sudah melupakan Azen, meski mungkin hanya sesaat.
Setelah selesai menelpon Nara menghampiriku duduk di ranjang bersama.
Tiba-tiba ia menangis dalam pelukanku.
“Sakit sekali Bulan,” ucapnya dengan suara yang begitu pilu, ia pasti merasa begitu kecewa dengan Azen.
“Maaf Ra, seharusnya aku mengatakan semuanya sejak dulu.”
“Aku yang bodoh, kenapa aku begitu mencintainya, rasa dadaku begitu sesak.”
Hot Chapters