Jika Warna Tidak Pernah Ada
“Kayaknya Mama belum lihat kamu datang ke meja makan. Terus kata Bibi juga makanan di meja masih utuh. Kasihan Bibi lho, Yo. Dia udah masakin makanan enak buat kita, masa gak kamu makan sih? Ayo dong makan!”
“Iya, Ma, maaf. Lio tadi lagi selesai kerjain lukisan.” Cowok itu menjawabnya dengan tampang rasa bersalah. “Tapi sekarang udah selesai kok, tenang aja.”
Dihelanya napas, Danisa menggeleng-geleng heran. “Kalau waktunya makan ya makan, belajar ya belajar, dan kalau lukis ya lukis. Tapi kamu jangan selalu melukis sampai lupa waktu begitu, Yo. Masa sama makan aja kamu lupa sih? Lebih penting lukisan daripada kesehatan kamu?”
ตอนยอดนิยม