Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Perkasa

Suami Perkasa

“Usiaku memang tujuh puluh lebih… rambutku sudah putih semua. Tapi anehnya, tubuhku masih sering terasa hidup. Bahkan… bagian yang seharusnya sudah diam malah masih sering berdenyut, berkedut kedut.” Elina terbelalak, lalu buru-buru menahan tawa agar nenek tidak tersinggung. “Maksudnya, Nek…?” “Ya itu,” jawab nenek sambil menepuk-nepuk lututnya. “Aku masih punya hasrat. Aku butuh teman hidup. Aku nggak mau sisa umurku cuma duduk sendirian, merajut, bermain boneka lafufu dan menunggu waktu. Aku mau menikah lagi. Tolong carikan aku jodoh.”
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai nenek lagi
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

“Nek, lihat, deh. Kakak-kakakku semuanya sudah punya istri masing-masing, sedangkan aku masih sendirian. Aku sudah makin tua ….” “Itu kan pilihan kamu sendiri.” Samuel seketika tercekat, lantas dia tersenyum dan menjilat neneknya, “Iya, Nek. Ini salahku yang nggak menghargai usaha Nenek. Nek, kasih tahu, dong. Katarina itu Nana, bukan? Katarina itu punya banyak penyamaran, ya? Terus, si Rubah itu juga dia, bukan?”
9.55.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114.5K kali sebagai nenek lagi
Tampilkan Ulasan (863)
Baca
+Pustaka
Mawar Merah
cerita ini alur ceritanya bagus,aq jg suka,tokoh dalam bacaan Olivea dan Stefen bkn penasaran,tapi sayang tdk biaa langsung baca,hrs beli koin,padahal gk tau caranya bagai manacaranya bisa baca tanpa hrs beli koin,smg apa yg kuhatapkan dikabulkan,jadi bisa baca ceritanya gak terputus bs sampai akhir
Sumarni Wati
ceritanya menarik sekali cuma harus beli koin terus mahal.. saya sudah habis lebih dari 1 juta belum selesai juga novelnya.. alangkah lebih baik jika konsumen dikasih reward yang lebih besar karena sudah setia mengikuti good novel. biar tambah banyak pelanggan setia nya... semangat penulis..good job
Baca Semua Ulasan
Gadis Lugu Pilihan Nenek

Gadis Lugu Pilihan Nenek

"Hushhhh, kenapa sih kamu. Belum juga ketemu Lika udah nggak karuan begini. Apalagi kalau udah ketemu. Bisa tambah salah tingkah kamu, Bim." "Bukan salah tingkah, Nek. Tapi Bima hampir gila. Masa Nenek tega sih ngejodohin Bima dengan gadis dari kampung ini." Aku mulai menggerutu. "Eh... jangan macam-macam ya. Nenek juga berasal dari kampung ini." Tak ada perdebatan lagi. Kalau nyonya besar sudah bersabda, aku bisa apa?
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai nenek lagi
Baca
+Pustaka
Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit

Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit

"Oke." Jess lalu menjawab teleponnya. "Ada apa Nek?" "Erik sudah tahu dia salah. Jess, kamu sudah nggak muda. Kamu nggak bisa terus bertingkah seperti anak kecil. Cepat temenan lagi sama dia." Nenek Jess pura-pura serius. Jess merasa lelah, "Nenek, kami benar-benar nggak cocok, jadi tolong berhenti menjodohkan kami."
9.53.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94.5K kali sebagai nenek lagi
Tampilkan Ulasan (771)
Baca
+Pustaka
Aida Mahfudz
Ya Ampyuuuunnnn Thoooor..., ak Protess sebagai Pembacamu, Pembacamu itu Pinter2 Looh yah.., Macam mana Marshanda yg kata nya selalu di awasi Pengawal Liane bisa Lolos & berbuat Jahat berhari2, tau2 aja Dateng bilang dia di rumah aja.., Wah.. Pasti Marshanda keturunan Siluman kali yah Thooorrrrr !!!!
GemmmV
alur cerita nya bagus.. aku suka dan langsung masuk ke rak baca. tapi kaya nya cerita nya terlalu terbelit-belit sampe ribuan bab... jd makan koin bwanyaaakkkk banget! biasanya novel yg sekitar 500 bab aja sudah mencakup cerita kejadian dulu, sekarang, dan masa mendatang nya. intinya, terlalu terbeli
Baca Semua Ulasan
Neraka 100 Hari Pernikahan

Neraka 100 Hari Pernikahan

"Iya Nek. Ini aku bawa temen yang butuh penginapan. Malam ini biar dia menginap di sini sama nenek ya? Dia bayar kok. Dia anak kota lagi kesasar." Fiolina melirik laki - laki itu tajam. Anak kota lagi kesasar dia bilang, huh! Fiolina memberi salam kepada nenek itu. "Cantik betul kamu Nak! Ini pacar kamu kah Fer?" Nenek bertanya dengan mata berbinar. "Hahaha! Ya bukan lah Nek. Aku baru kenal sama dia. Aku cuma nolongi dia aja. Siapa nama kamu tadi? Folina Cho?"
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 578 kali sebagai nenek lagi
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Lagu itu bisa membuatmu pusing/hilang kesadaran). "Hah? Maksudnya apa, Nek?" Aku hanya terbengong mendengar penuturan Nenek itu, karena tidak mengerti bahasanya. ***
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai nenek lagi
Baca
+Pustaka
Ratu Indigo VS Bad Boy

Ratu Indigo VS Bad Boy

“Kalau cuma teman biasa, kenapa buru-buru?” Astaga! Raga memaki dalam hati. Jika saja orang di depannya ini bukan nenek-nenek, pasti dia sudah menyemburnya dengan kemarahan. “Lebih dari temen, Nek,” jawab Raga, jujur. “Tapi dia cuma mau jadi temen.” Nenek itu malah tertawa, membuat Raga merasa tersinggung. “Nenek kenapa tanya-tanya?” Sinis Raga kemudian. “Kalau nenek enggak tau jalan keluar dari sini, mending enggak usah nanya-nanya, deh!”
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai nenek lagi
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Dia percaya, sang nenek tak akan memojokkan dirinya seperti yang lain. Ijah memeluk Asih, menangis sesenggukan. Tangannya tak henti mengusap perut buncit yang kini bergerak. "Sekarang, kamu di sini saja. Uti Akung insyaAllah masih bisa membiayai kalian berdua. Jangan pedulikan orang-orang yang bikin kamu sakit hati, mereka nggak biayain hidupmu, bukan?" Asih mengangguk, lalu tersenyum kala sang nenek melengkungkan bibir, membentuk garis indah di wajahnya yang kini keriput.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai nenek lagi
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Bertiga

Kenikmatan Bertiga

"Pelan-pelan ... Andrew pernah main dengan wanita?" "Pernah ... sama beberapa teman sekolah," jawabku tidak jelas karena mulutku masih sibuk. "Apa mereka cantik?" "Nggak ada yang secantik Kak Evelin," rayuku memberikan janji-janji manis. Kak Evelin tampak sangat puas dengan jawabanku. Dia mendorongku pelan. "Bangun dulu, aku akan membuatmu benar-benar merasa nikmat." Aku pun menurut dan berbaring telentang.
13.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai nenek lagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status