AIR MATA RINDU
"Nggak apa-apa. Mas yakin, Ibu sekarang sudah tahu kabar ini. Dan Mas yakin, Ibu pasti bahagia."
Ya, semoga saja. Aku pun berharap seperti yang Mas Janu katakan.
Kueratkan lingkaran pada pinggang Mas Janu kala angin menerpa cukup kencang. Sepertinya, tak lama lagi akan turun hujan. Guntur kecil pun sudah mulai terdengar.
"Kita masuk, ya? Hujan mau turun," ajak Mas Janu.
Sejenak aku menarik napas dalam. Sejujurnya, masih keberatan untuk masuk ke rumah. Sengaja aku duduk di halaman belakang rumah Ibu untuk sedikit mengobati rindu.
Bab Populer