Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rawon Daging Ayah Mertua

Rawon Daging Ayah Mertua

ucap seseorang dari luar rumah. "Wa'alaikumsalam," jawab suamiku, kemudian Ia beranjak untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang ke rumah kami. "Eh Ibu! Ayok masuk, Bu! Kok gak bilang Beni kalau mau ke sini? kalau tahu Ibu mau datang kan Beni bisa jemput saja ke rumah," "Tidak apa-apa, Ben. Ibu kangen sama Kalian jadi Ibu ke sini saja sendiri, habisnya Kalian Ibu tungguin di rumah gak dateng-dateng," kudengar suara Ibu merajuk.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

"Nggak apa-apa. Mas yakin, Ibu sekarang sudah tahu kabar ini. Dan Mas yakin, Ibu pasti bahagia." Ya, semoga saja. Aku pun berharap seperti yang Mas Janu katakan. Kueratkan lingkaran pada pinggang Mas Janu kala angin menerpa cukup kencang. Sepertinya, tak lama lagi akan turun hujan. Guntur kecil pun sudah mulai terdengar. "Kita masuk, ya? Hujan mau turun," ajak Mas Janu. Sejenak aku menarik napas dalam. Sejujurnya, masih keberatan untuk masuk ke rumah. Sengaja aku duduk di halaman belakang rumah Ibu untuk sedikit mengobati rindu.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
Hadiah Pahit dari Suamiku

Hadiah Pahit dari Suamiku

Matanya menyipit melihat ke dalam rumah. “Lho, ada apa ini? Kenapa rame-rame di rumah saya?” seru Mama tanpa mengucapkan salam. Sungguh, pembagian waktu yang pas sekali. Semua orang mulai berbisik-bisik lagi sementara Mama melangkah masuk ke rumah dengan tatapan bimbang. Walapupun demikian, gayanya masih tetap kemayu seperti biasa.
1042.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Ternyata, ramai juga di sini. “Punten.” (Permisi) “Mangga.” (Silakan) “Ibu, apa benar ini rumah abah Anom?” “Iya Neng betul, Neng mau konsultasi ya dengan Abah Anom?” “Iya Bu.” “Mari Neng, silakan masuk dan tunggu giliran ya neng, nanti di panggil.” "Iya Bu."
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
Suami Terhinaku Seorang Miliuner

Suami Terhinaku Seorang Miliuner

Mengapa dia pulang begitu cepat? ‘Ma, sebenarnya ada apa?’ gumamku dalam lamunan qalbu. “Assalamu'alaikum, Ma.” Mas Adji mengetuk ppintu padahal aku baru saja melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. “Waalaikumussalam, masuk saja Mas. Ngapain berdiri di situ?” “Aku nggak enak, Nay kalau nggak ada mama.” Aku mengerti maksud dari perkataannya.
1040.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
Ambilah Gaji Suamiku!

Ambilah Gaji Suamiku!

Aku masih kesal terhadap, Mas Adam. Setibanya kami di rumah ternyata sudah ada mobil Mas Adam. Tumben sekali dia sudah pulang kerumah. Biasanya ia akan pulang malam karena mampir terlebih dahulu kerumah Mama. "Assalamu'alaikum," ucapku saat kami masuk kedalam rumah. "Wa'alaikumsalam. Kenapa baru sampai rumah kamu? Biasanya jemput, Riko gak lama."
9.313.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

" Kami mempercepat langkah. Aku tersenyum, ketika kami mulai masuk kawasan rumah Nara. "Selamat datang." Nara membuka gerbang sendirian. Tidak ada yang berjaga, memang begitu kata Nara kalau malam. Dia mendapat akses kemana pun. "Ayo, masuk." Kita semua masuk. Aku masih saja kagum dengan kawasan rumah Nara. Ini indah sekali. "Mana Mama, Bi?" tanya Nara, ketika baru saja masuk ke dalam rumah.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Setiba di sana Neng Mas sudah terlebih dahulu sampai. Neng Mas setengah berlari menuju sahabatnya. “Besti! Aku di sini,” “Kenapa tidak ke rumah Teh Nuha? Aku ‘kan sudah sudah share loc.” “Gak mau, malas aja.” “Ngapain bawa tas ransel kayak Dora the explorer? Pasti kabur dari rumah ya? Neng mah tong kabur dari rumah. Neng punya adik kecil, kasihan Mama Neng kalau Neng kabur? Kalau aku mah aman kabur oge soalna Ummi gak punya banyak urusin. Rasyid sudah gede.”
10146.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Ucapan ibu yang memotong perkataan mbah kakung. “Rena, masuk rumah! Jangan membantah perkataan orang tua.” Perintah ibu padaku. Tanpa menjawab ibu, aku langsung masuk ke rumah dan langsung ke kamar. Mengunci kamar dari dalam. Kurebahkan badan ini ke tempat tidur. Dalam posisi telungkup ku tutup kepala dengan bantal. Ya, ini yang kulakukan setiap kali merasa jengkel.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
ISTRI ALIM CEO KEJAM

ISTRI ALIM CEO KEJAM

"Sayang, apa mama tidak diizinkan masuk kedalam?!" "Masuk saja!! Tidak perlu basa basi untuk bertanya apa Anda boleh masuk kerumah Adam atau tidak." Jawaban Adam malas. Maliana mengerutkan kening, ia harus bisa bersabar menghadapi putranya yang keras itu. "Kenapa tidak memberi tahu dulu jika mau kemari?! Setidaknya Adam akan menyambut Mama dengan sedikit perjamuan?" Adam menuang air dari teko kedalam gelas berkaki, lalu meneguknya.
9.579.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai ngengat masuk rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status