Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Bertahan

Terpaksa Bertahan

Aku menjual berbagai makanan dari bahan dasar tepung dari mulai batagor, cimol, otak otak, cendol, kadang aku mengambil sayur matang dari orang lain untuk di jual kembali. "Bi, ini udah semua" ucapku kepada Bibi "Oh iya sini biar Bibi hitung," "Eeh ada Mamah, Mah mau jajan dong," ucap Nia ketika melihatku sedang di warung. "Mau jajan apa, nak?" "Jajan ciki ya Mah, boleh?" "Iya boleh tapi jangan banyak banyak yah," "Oke Mah," jawab Nia sambil tersenyum. "Siti ini semuanya 125 ribu,"
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
Jangan Sesali Kepergianku

Jangan Sesali Kepergianku

“Aku tahu kondisiku sendiri, jadi, kamu nggak perlu khawatir setiap saat. Selain itu, kamu nggak perlu nahan diri buat nggak makan makanan lain karena ngehargai aku.” Aku bukan Naura. Aku tak mau menahan diri untuk tidak makan jajan meski hanya sehari. Aku juga kasihan melihat Javran menelan ludah padahal dia juga ingin bersenang-senang dan makan apapun yang dia mau. “Naura, aku—” Javran kehilangan kata-kata. “Abis ini kita jajan crepes, dimsum mentai sama gurita bakar,” ujarku lagi. “Tadi aku liat kamu lama banget liatin stand gurita bakar.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
Dinikahi Pria Kutu Buku

Dinikahi Pria Kutu Buku

"Ada pasar malem. Yuk Mas, kita jajan seblak, baso aci, wonton, mie jebew, smoothies, es kuwut, sosis bakar, aduh pokoknya enak-enak banget. Ayok dong Mas." "Itu semua jajanan apa Naj? Baru denger aku." "Itu semua jajanan enak Mas. Emangnya Mas Izyan belum pernah nyobain?" "Aku kalau laper ya makan bekal dari rumah Naj." "Nggak pernah jajan begituan Mas?" tanya Najma penasaran yang ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang suaminya. "Enggak Naj." "Kenapa? Kan duit Mas Izyan banyak."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
Hartaku Unlimited (Mereka Ingin Membuatku Miskin)

Hartaku Unlimited (Mereka Ingin Membuatku Miskin)

Dia bicara pada anak-anak yang tengah jajan di warungku. "Kalian jajan di warung Bi Ayu aja, yuk. Di sana juga ada jajanan anak-anak. Malah, enak-enak lho jajanannya, jajananan orang kota! Ada sosis bakar, bakso bakar, sate seafood, makaroni basah-kering juga ada!" Tak salah lagi, itu adalah Ayu yang berbicara dengan anak-anak. Dia mempromosikan dagangannya.
9.999.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
Melayat Setelah Dilayat

Melayat Setelah Dilayat

Sepertinya Bu Naji sudah langganan di sini. "Bawa apa kamu itu, Ra?" "Ini, mie kuning, Bu." Bu Naji terkekeh sebelum menjawab, "Lawatan? Mau jual buat makan, ya?" Ejeknya agak keras sambil mencomot gorengan yang tertata apik di hadapan.
918.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 608 kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
Terjerat Menikah Dengan Pria Lumpuh

Terjerat Menikah Dengan Pria Lumpuh

Tak ada gelimang harta. Beberapa ibu-ibu yang hendak pergi ke pasar mampir ke tempatnya duduk. "Mas jualan apa?" tanya salah seorang ibu-ibu. "Jajanan Bu, silahkan dibeli. Ini biasa buat pengganjal perut, pengganti sarapan." "Wah kayaknya enak ini." "Enak dong, Bu. Ini masakan istri saya." Ibu itu mengambil arem-arem sekaligus gorengannya, langsung makan di tempat.
9.9111.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Lemahku Menunjukkan Kekuatannya

Ketika Istri Lemahku Menunjukkan Kekuatannya

“Ibu kan harus cari uang untuk jajan kita, beberapa tahun lagi Noah juga masuk sekolah kan ... Jadi harus ada uang buat bayar, tidak apa-apa ya?” Kalila membelai rambut putranya dengan perasaan campur aduk. “Nanti kalau kerjaan ibu sudah selesai, kita belanja mainan kesukaan Noah, oke?” “Owa sudah beli sama Ayah Jio kemalin!” “Kalau begitu kita beli jajan, ibu mau burger yang besar.” Setelah dibujuk dengan perlahan-lahan, Noah tidak lagi merajuk. “Bik, sekarang tiap kita berangkat kerja, kita harus bawa barang-barang Noah sedikit demi sedikit ...”
9.765.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor

Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor

"Makan nasi belum. Tapi tadi aku jajan rujak di pinggir jalan." Netra Ravyan tampak membulat sempurna, menatapku dengan raut keheranan. "Jajan rujak? Bukannya kamu paling gak biasa jajan di luar? Katanya gak higienis lah. Apalah." Aku terkekeh. "Yee ... kan kamu yang ngajarin aku jadi suka jajan." "Tapi kok bisa jajan rujak? Kayak ... lagi ngidam?" tukas Ravyan membuatku terdiam beberapa saat.
1021.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dadakan dengan Sahabatku

Pernikahan Dadakan dengan Sahabatku

"Ibu mana, Budhe?" "Ibumu belum bangun," jawab Budhe Jam yang memasukkan kantong kresek ke dalam tas kain khas hajatan. "Kalo mau makan nanti, udah Budhe panasin semua. Lauknya Budhe taruh di kulkas," Aku mengangguk mendengar semua penjelasan Budhe Ja, "Jajannya gimana?" "Jajan rewang?" "Iya," Budhe Ja menjentikkan dagunya ke arah dimana jajan hajatan berada, "Ndang ngambil, selak habis,"
912 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
NASI BERKAT

NASI BERKAT

Uang jajan itu untuk seharian, sampai sore nanti. Sungguh berbeda dengan teman-teman sebayanya, tapi Erna tidak pernah mengeluh. Terkadang uang itu tidak ia belikan jajan, akan ia kumpulkan untuk membeli buku atau alat tulis. Setelah mencium tangan Mak Siti, juga pamit pada Bapaknya yang sudah berkutat dengan bambu di amben depan rumah, Erna bergegas berangkat sekolah.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai ni buat jajan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status