Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERIKAT PERJODOHAN

TERIKAT PERJODOHAN

“Yang, nambah ayamnya dong,” pinta Niel sembari menunjuk menu mana yang dirinya inginkan. “Jangan yang gede, Yang. Pilih yang kecil aja. Takut nggak abis.” “Hem..”
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

ujar Bu RT. Ibu-ibu sibuk memilih sayuran dan bahan makanan lain yang mereka butuhkan, aku mengambil beberapa papan tempe, lalu bertanya pada Kang sayur. “Akang, ada bawa ayam potong?” tanyaku pada Kang sayur. “Ada, Neng. Ayam potong lagi murah loh ini, bu ibu,” ujar kang sayur kepada ibu-ibu.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Dia orangnya sangat rajin dan cekatan. Delapan puluh nasi kotak dengan menu ayam goreng, oseng bakmi cabai hijau, urap dan kerupuk siap dibagikan untuk tetangga sekitar rumah serta orang-orang jalanan. Snack juga sudah diantar setengah jam yang lalu. "Ci, Bu Atik tidak mau menerima nasi kotaknya," terang Mbak Icik sambil membawa satu plastik berisi nasi kotak dan snack.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Menjadi Cantik Setelah Talak 3

Menjadi Cantik Setelah Talak 3

Dia ini serba salah. "Terus, maunya Nenek bagaimana? Perkara wortel pun dikomenin," keluh Respati nelangsa bukan main. "Potong yang bener. Yang biasanya kamu makan itu potongannya seberapa. Gitu saja tidak tau. Sana cuci dulu ayamnya, bari dipotong kecil!" Respati menurut dan berjalan mendekati wastafel. Baru saja hendak menyentuh ayam mentah, tapi perutnya langsung bergejolak.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Sang Mantan Pelacur

Sang Mantan Pelacur

"Ya, sudah. Ibu siapkan buat kalian berdua. Sekalian panggil masmu. Mas Rian juga belum maem dari pulang sekolah." Sebuah hidangan yang menggugah selera sudah disiapkan oleh Sumaiyah. Ayam goreng tepung dengan bentuk hampir sama dengan yang dijual di restoran cepat saji. Ada juga nuget dan sosis goreng yang sudah dibaluri tepung. Untuk sayur, orang tua Nitami memasak sup. "Wah, makanannya enak-enak banget," seloroh Bila pada Nitami. Biji matanya hampir keluar melihat hidangan di meja makan.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran

“Ini—semua dagingnya ada tulangnya?” “Ya kalo daging gak punya tulang, namanya bukan daging. Kamu makan tempe aja. Proteinnya sama-sama bagus.” Natasya menggaruk lehernya sambil manyun, “Aku—gak suka daging ayam yang ada tulangnya.” “Hm gitu.” Abian mengambil piring berisi ayam bakar bagian paha bawah, “Biar saya pisahin dagingnya.”
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Status WhatsApp Ipar

Status WhatsApp Ipar

ucapnya bahagia karena dua ayam potong sengaja Nita berikan di piring Farhan. Mbak Wati melenggang pergi tanpa peduli ucapan putranya. Setelah memastikan Mbak Wati keluar dari dapur rumahnya. Nita segera mengunci pintu dapur sambil menahan tawa ketika mendengar suara Mbak Wati mengumpati kelicikannya. "Kurang ajar! Ini kuah doang, ayamnya mana? Benar-benar ya kamu, Nita!"
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

Mama menjelaskan. “Baik Ma….” Aku mengambil separoh badan ayam, ku potong lehernya di dua bagian. Sayapnya ku potong dua juga. Sedangkan paha dan dada ku potong tiga. Lalu ku taburi garam dan perasan air jeruk nipis untuk membersihkannya dan menghilangkan aroma amis darahnya. Terakhir ku cuci bersih menggunakan air kran yang mengalir sampai hilang warna merah air cuciannnya. Selanjutnya giliran Mama yang mengeksekusinya, aku tidak tau lagi apa yang akan dilakukan terhadap daging ayam yang montok itu.
1012.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

Kemudian ia membabat tanaman selasih dan menghamparkan di sela akar pipih, sambil menunggu ayam panggang dingin. Setelah itu Arjuna cuci tangan ke sungai dan mulai memotong ayam dengan kujang. "Lumayan juga," kata Citrangada seraya mencicipi paha ayam yang disodorkan Arjuna. "Ucapanmu adalah ejekan terhadap jerih payahku, padahal ayam panggang ini makanan terlezat yang dijumpai selama berada di hutan." "Aku ingin mencoba daging kelinci besok."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

“Nasinya?” “Aku mau makan ayamnya aja, nggak pake nasi.” Lintang memberi cubitan pelan pada sisi pinggang Raga, karena pria itu tidak kunjung pergi. “Ayo, Mas. Keburu malam. Ayam bakarnya ada di tempat bulat, warna kuning. Buruan.”
9.8410.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.0K kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status