Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Pesan masuk dari nomor yang sama:
> “Waktu berjalan, Ga. Surat izinmu nggak akan keluar tanpa aku. Pilih: tunduk padaku atau lihat rumahmu hancur. —R.”
Arga mengepalkan tangan, napasnya memburu. Ia ingin membalas, tapi ia tahu itu hanya akan membuat Rangga semakin puas. Aisyah bangun pelan, menghampiri suaminya. “Ga… apa benar kita nggak punya jalan lain? Aku takut kehilangan semuanya…” Arga menoleh, menatap mata istrinya dalam-dalam. “Syah, dengar aku. Kita mungkin kehilangan uang, kios, bahkan teman. Tapi aku nggak akan biarkan kita kehilangan harga diri. Aku lebih baik jatuh miskin daripada jadi budak Rangga.” Aisyah menangis pelan, lalu memeluk suaminya erat-erat. “Aku percaya sama
ตอนยอดนิยม