Lembaran Baru Kisahku
Cahayajantungkudetak jantung seperti tersentakdada tengah sakit seperti ditusukcinta yang sakit
Sebuah suara pria yang hangat dan familier juga terdengar di telingaku.
“Lukamu belum benar-benar pulih. Jangan bangun dulu.”
Aku menatap ke arah sumber suara itu. Seketika aku tertegun, lalu mataku memerah.
“Bagas, apa itu kamu?”
Bagas, dialah sosok misterius yang aku kirimi pesan minta tolong sebelum aku pingsan. Dia adalah teman masa kecilku, sekaligus pernah menjadi orang yang menyukaiku. Dulu, di antara dia dan Omar, aku memilih Omar. Setelah aku membuat pilihan itu, Bagas melepaskan aku dengan lapang dada. Agar tidak terus terjebak kenangan, ia terbang ke luar negeri dan mendoakan kebahagiaanku dari kejauhan.