Rahasia di Balik Ruang Gelap
Dalam keputusasaan, aku nggak punya pilihan, aku cuma bisa buka baju sampai hanya tersisa baju dalam, turuti apa yang dia mau, berharap itu akan selamatkan ibu.
Aku gemetar. Angin laut berhembus, buat aku kedinginan.
Gilbert jadi semakin bengis.
“Merangkak ke sini, buka resleting celanaku, terus jilat!”
Aku berlutut, seluruh tubuhku terasa dingin dan gemetar, hanya berharap Gilbert mau lepaskan ibuku.
Air mata ibu mengalir tanpa henti.
“Nggak! Lusi cepat pergi. Nggak usah khawatirkan ibu.”
Sikat na Kabanata