Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PULANG DARI RANTAU

PULANG DARI RANTAU

Dia menghampirinya dan mencium punggung tangan perempuan itu. “Mama katanya lagi arisan dan pulang sore? Untung aku belum balik. Tadinya mau pulang dulu, sore ke sini lagi!” Cahaya mengabaikan Mbak Fiska. Dia tak mau nilai pahala puasanya rusak gara-gara harus membahas hal yang sia-sia.
9.836.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as novel pulang pergi
Read
+Library
Saat Aku Pergi, Kerajaannya Runtuh

Saat Aku Pergi, Kerajaannya Runtuh

Dia pun menghela napas yang sedari tadi ditahannya, dan senyum pertama yang benar-benar tulus dalam lima tahun terakhir akhirnya muncul di wajahnya. Kami makan dalam diam. Hiro Kecil berbaring di kakiku, sesekali menatapku. Untuk sesaat rasanya seperti waktu berputar mundur. Kembali ke masa sebelum Eliza datang. “Gavin.” Aku letakkan garpu. “Besok pagi aku akan terbang ke Kota Penida.” Sendok dan garpunya terlepas dari tangan, beradu dengan piring. Cahaya di matanya padam, seperti lilin yang ditiup dalam gelap.
4.2K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as novel pulang pergi
Read
+Library
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Dia bangkit, mengambil koper yang sudah disiapkan sejak semalam, lalu melangkah keluar dari kompleks militer. Bahkan saat duduk di kursi kereta, dia masih diliputi kehampaan. Benarkah dia akan kembali? Kembali ke tempat yang dulu… ingin sekali dia tinggalkan? Ya. Baskara memang melarikan diri dari sana. Keluarga Haryanto adalah pendatang, bukan warga asli yang lahir dan besar di Desa Paliman. Dua puluh tahun lalu ketika kelaparan melanda, ayahnya membawa mereka pindah ke desa itu.
10.0K viewsCompletedAdded to Library 391 Times as novel pulang pergi
Read
+Library
Pria 'Shift Malam'

Pria 'Shift Malam'

Bagaimana dengan Farah, yang ternyata saat pergi dan tak kembali lagi hingga kini, justru saat pergi dari rumah ortunya dahulu sedang mengidam hasil main kuda lumping siang malam dengan Rafsanjani…? Sampai di sini author akhiri kisah asyik ini, kelak kalau pembaca tercinta masih penasaran, kami akan kembali dan lanjutkan kisah novel asyik ini. Pembaca yang terhormat, Novel ‘PRIA SHIFT MALAM’ alias ‘Aku Sang Pria Pemuas II’ Author akhiri dengan ucapan terima kasih kepada semua pembaca di manapun berada. Sampai Jumpa di novel asyik lainnya. Jumat, 31 Oktober 2025 ** TAMAT
1061.5K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as novel pulang pergi
Read
+Library
SUPERCUT

SUPERCUT

Alex melirik wajah lelah Regina dari sudut mata, “It’s a Novel. Judulnya Kering Sedari Hulu, tulisan Lexa H. Penulis kontemporer.” “Begitu? Bisa kau baca dengan suara? Aku ingin tahu ceritanya.” Regina tersenyum tipis. “Sure.” Alex kembali berdeham, kali ini berniat membersihkan tenggorokannya karena beberapa saat sempat didiamkan. Awal halaman kedua mulai dibaca, seraya tangan tetap mengelus kepala Regina. Terkadang, diri sendiri harus lebih dikenali. Ada beberapa keadaan yang membingungkan karena otak malah mengikuti hati, padahal tidak semua perasaan yang ada adalah nyata.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as novel pulang pergi
Read
+Library
Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Aku bersandar di tempat tidur pasien, ujung jariku perlahan mengencang, menatap langit-langit, tanpa gejolak apa pun di hatiku, tapi aku malah merasakan rileks yang belum pernah kurasakan. Mengapa sama-sama adalah putri mereka, tetapi tidak peduli hal besar atau kecil, mereka selalu memihak? Mengapa tidak peduli seberapa keras aku berusaha, seberapa baik pencapaianku, mereka selalu tidak melihat dan malah menekanku? Sudahlah, tidak masalah. Lagipula, mulai hari ini, aku bukan lagi orang yang harus dikorbankan di mata mereka. Selama masa pemulihan, aku pulih dengan cepat dan berhasil mendapatkan surat perceraian.
6.2K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as novel pulang pergi
Read
+Library
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Ricardo mengirimkan paket—bukan bunga atau perhiasan, tapi buku harian kecil yang penuh coretan. Bacalah ketika kau siap, tulisnya. Erica membukanya perlahan. Halaman demi halaman berisi pengakuan—tentang kesepian yang tak terungkap, tentang penyesalan yang menggerogoti, tentang bagaimana setiap hari di Kalimantan terasa hampa tanpa dia. Di halaman terakhir, ada sketsa wajah Erica yang digambar dengan pensil, dengan tulisan: Rumahku.
866 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as novel pulang pergi
Read
+Library
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

“Agar aku selalu ingat—bahwa suara kecil pun bisa membawa pulang kenangan. Dan rumah… adalah tentang hal-hal kecil yang penuh makna.” Pada akhir musim semi, mereka pindah ke apartemen baru. Tidak besar, tapi cukup untuk dua hati yang ingin mulai dari awal. Di sana, mereka menggantung foto-foto perjalanan ... Sore itu, langit Paris berwarna jingga pucat. Burung-burung merunduk rendah, angin berembus lembut membawa aroma kopi dari café di seberang jalan. Aruna duduk di balkon apartemen mereka yang mungil, selimut menutupi kakinya, secangkir cokelat panas mengepul di tangan, dan laptop terbuka di pangkuan. Ia sedang membaca ulang naskah seorang penulis muda—kisah tentang kehilangan, pencarian,
2.0K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as novel pulang pergi
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

--- Malam itu, Nara menulis paragraf pembuka buku memoarnya: > “Rumah Pulang bukan bangunan. Ia adalah cerita. Tentang dua orang asing yang disatukan oleh perjanjian, lalu perlahan belajar berteduh dalam luka masing-masing, dan menemukan bahwa cinta tidak selalu keras dan terang. Kadang cinta tumbuh seperti lumut: diam, lembut, tapi mengikatkan segalanya dalam diam yang hangat.” --- Di akhir catatan, ia menulis: “Aku ingin buku ini menjadi pohon baru. Tempat siapa pun bisa beristirahat—terutama mereka yang pernah merasa tidak pantas pulang.”
101.9K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as novel pulang pergi
Read
+Library
Dalam Rengkuhan Sang Antagonis

Dalam Rengkuhan Sang Antagonis

Satu tahun berlalu, dan waktu perlahan-lahan melakukan tugasnya, bukan menghapus luka, tapi menumpuknya dengan rutinitas hingga terasa lebih ringan dipikul. Buku itu akhirnya terbit. Sebuah novel berjudul Gone yang ditulis dengan nama anonim, meledak di pasaran. Orang-orang mengagumi betapa emosionalnya setiap baris kalimat di dalamnya, tanpa tahu bahwa setiap kata adalah air mata yang membeku.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 24 Times as novel pulang pergi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status