Rahasia di Ruang CEO
Ingatan abu-abu tentang malam di kamar hotel VIP yang semula terkunci rapat oleh kabut alkohol, tiba-tiba pulih setengah jalan seiring dengan kontak fisik mereka di atas kasur ini.
Alya mengingat sekelebat bayangan malam itu secara nyata, bagaimana dia dengan liar merobek kancing kemeja Arga di depan pintu kamar, bagaimana kulit dada pria ini terasa sangat hangat saat dia peluk dengan putus asa, dan bagaimana desahan nikmatnya sendiri lolos dari bibir saat tangan kekar Arga meremas pinggang rampingnya di bawah selimut tirai sutra.
‘Kami … kami berdua malam itu benar-benar sudah melangkah sejauh ini?’ ratap Alya di dalam batinnya dengan mata yang membelalak lebar karena syok setengah mati.