Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

Ridwan terkejut dengan kirim selembar foto saat Zahra saat hamil. Zahra sedang bersandar di kursi memegang perutnya. Ridwan jelas tau itu adalah Zahra. Ridwan kembali foto dan ada tulisan dibelakang, [ Azzahrana selesai memanggang roti untuk dijual, Semoga lelahmu Lillah, Nak] Jantung Ridwan semakin tak karuan membaca tulisan itu.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
SUDAH TAK PERAWAN

SUDAH TAK PERAWAN

Wajahnya tampak glowing mengkilap dan warna-warni dengan make up. “Iya, saya Humaira. Kenapa?” Aku bertahan. Malas meladeni sebetulnya, tetapi sudah telanjur dan ingin menjelaskan juga pada perempuan tua itu kalau Mas Rustam yang keras kepala dan tak henti mengejarku. “Saya Virna---calon istri Mas Rustam.” “Oh.” Aku juga gak tahu harus komentar apa. Jadi hanya tersenyum dan mengangguk saja.
1093.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
Gina

Gina

Mahesa menghela napas, membuka ponsel dan membaca semua pesannya lagi dengan Gina. ꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷ
102.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

Ucap Rini tersenyum ketika ia telah sampai di depan ruangan Zahra. Iapun segera masuk, melihat Zahra tengah tertidur pulas seorang diri, bergegas ia mengambil suntikan di dalam tasnya. Suntikan itu sudah ia isi dengan racun polonium, racun yang berasal dari zat radioaktif yang mampu membunuh secara perlahan ketika korban Lambat mendapatkan penanganan dari medis. "Selamat tinggal Zahraku sayang." Ucapnya bahagia sambil menyuntikkan racun itu di lengan Zahra.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
Pelukan Kedua Di Bawah Langit Yang Sama

Pelukan Kedua Di Bawah Langit Yang Sama

Siang itu restoran Selera Khatulistiwa sedang ramai. Nurul baru saja selesai memeriksa stok bahan baku di dapur ketika Zahwa menghampirinya. "Chef, ada tamu yang mau ketemu," bisik Zahwa pelan. "Tamu? Siapa?" tanya Nurul sambil menutup pintu lemari es. "Katanya namanya Rina. Mantan adik ipar, Chef."
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 616 kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
All about Raissa

All about Raissa

jelas Raissa membuat Andhin mengangguk angguk. "Eh, itu lukisan siapa?" Andhin berjalan menuju lukisan Razzan yang dipajang oleh Raissa dan Zara beberapa saat lalu. "Itu, Kak Razzan." "Wah, Kak Razzan ganteng banget, manis!" Andhin bersemangat. "Lo mah, semua cowo aja lo bilang ganteng," kesal Raissa. "Ih, serius!" Andhin meyakinkan Raissa.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
Zahira (Bukan Inginku Jadi Madu)

Zahira (Bukan Inginku Jadi Madu)

Hanya seperti sebuah angin lalu yang tak mampu menyentuh kalbuku. “SAH.” Teriakan menggema para kerabat yang hadir menjadi pertanda bahwa nerakaku akan segera dimulai. Aku, Zahira Aiziah, seorang anti orang ketiga justru berakhir menjadi istri kedua. Miris dan menggelikan sampai-sampai air mataku tumpah, menangisi nasib buruk yang akan segera kuhadapi. “Pengantinnya terharu.”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

batin Rina. "Om siapa? kamu jalan sama om om? apa lagi sih ini Rin? kamu ini selalu aja berbuat yang aneh aneh, kemarin kamu mabuk sekarang kamu jalan sama om om, bunda ngga mau ya terjadi sesuatu antara kamu dan om om itu," ucap Zahra yang membuat Rina terdiam. "Bukan bun, om itu tadi cuma tolongin aku kok."
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
ZANNA

ZANNA

Bibir Zanna bergetar, tubuhnya terasa lemas saat Fanna terus masuk lebih dalam kedalam kantin itu. Semua siswa tertuju pada Zanna, gadis cantik itu berhasil memikat perhatian warga kantin. Banyak pujian yang Zanna dapatkan, namun yang dipuji hanya berdiam diri sembari menundukan kepalanya. Zanna benar benar tidak biasa seperti ini. "Itu anak baru kelas IPA 2, si Zanna. Cantik ya!" puji salah satu siswi kacamata anak IPS 1.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Indra menghela napas panjang dan berjalan pelan menuju ranjang, duduk di samping istrinya. “Riko sudah tidur sama Mbak. Rika tadi diajak baca buku sama Ibu.” Indra menatap Zahra sendu. Istrinya itu terlihat berbeda dari biasa. Zahra manis sekali tanpa jilbabnya, apalagi wanita itu terlihat malu-malu. Indra menghela napas panjang. Sepuluh tahun sendiri, akhirnya dia memiliki pendamping lagi. Perlahan, dia meraih tangan Zahra dan mengelus tangan yang terasa sangat lembut itu.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai novel rustina zahra
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status