Cinta Yang Salah
Dengan perasaan gusar yang menyergap pikiranku, tergesa aku masuk ke dalam ruang sempit hanya 1×1,5 meter, aku berjongkok di kloset, kedua kaki merapat agar tak terasa pedih saat buang air kecil, kuobati kembali luka itu, dengan meneteskan obat merah ke bagian bawah, yang barusan aku ambil dari laci, agar tak terasa begitu sakit, dan lekas sembuh lagi.
"Sshhh ...." Aku bangkit seraya mendesis memegangi pangkal paha. Menahan rasa perih, entah berapa menit aku berdiam diri di dalam kamar mandi, menetralkan rasa sakit ini.
"Sayang, kamu gak apa-apa kan? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Mas Anton seraya mengetuk pintu, suaranya terdengar begitu cemas.