Dokter Jenius Desa Menjadi Penguasa
“Jaga minumnya, Bu. Nanti sore bikin lagi secangkir, dengan ramuan jahe, secang, jeruk nipis, dan kapulaga. Panasnya jangan sampai tinggi. Kalau malam, kompres hangat. Besok, kalau ada apa-apa, panggil aku, aku pasti bantu.”
Maman yang tadi mengacungkan arit, menatap Satrio lama. Wajahnya masih tegang, tapi ancamannya reda setitik karena anaknya bisa bicara. Ia memungut arit, mengaitkannya lagi di pinggang. “Sekali saja anakku sakit lagi karena ramuanmu, aku cari kamu, Trio. Ingat itu!”
Satrio mengangguk. “Saya paham, Pak.”
인기 회차