Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CEO Tampan itu Suami Baruku

CEO Tampan itu Suami Baruku

Lihat saja mixer berukuran besar, silver yang tengah dia gunakan untuk membuat krim matcha sekarang, bergerak elegan untuk menyatukan krim dan matcha dengan sangat baik. Melihat Karen senang, Ian juga ikut senang. Melihat Karen melupakan kejadian semalam juga membuat dia bersyukur, tetapi dia akan tetap memastikan Damian tidak akan muncul di hadapan Karen lagi, bahkan jika pria itu bertobat dan menyesali perbuatannya. Setengah jam kemudian sebuah kue hijau sudah berdiri kokoh di atas nampan berwarna putih, warnanya kuenya sangat pastel terlihat mirip kue dari negeri dongeng.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as om tampan
Read
+Library
Kencan Buta CEO Tampan

Kencan Buta CEO Tampan

“Kayaknya lebih seru kamu minta Papa petik sendiri deh. Banyak banget yang matang buah yang lain.” “Aku pengen lihat salaknya, Mas. Tapi katanya masih lama untuk berbuah. Itu juga aku mau lihat kurma biar bisa berbuah.” “Aku agak kurang setuju kamu tanam itu, sayang.” “Kurma itu bagus banget, Mas.” “Bukan soal buahnya, tapi pohonnya mepet. Ada tetangga, nanti kalau tumbang ke sebelah gimana?”
3.8K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as om tampan
Read
+Library
Duda Tampan Sang Pemikat Hati

Duda Tampan Sang Pemikat Hati

jawab Zea. Tidak jauh dari mereka berdua, seorang laki-laki tampan nan gagah berjalan mendekati Zea dan Amira. Wajah datar yang dia tunjukan, tidak membuat ketampanannya memudar sedikitpun. Aura kepemimpinannya begitu terlihat, bahkan sorot matanya yang tajam kerap kali membuat semua orang takut. Padahal dia tidak kejam, hanya saja dia memiliki sifat yang begitu dingin. "Nah, itu Paman aku sudah datang." Tunjuk Amira kepada Agam yang tak jauh dari mereka.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as om tampan
Read
+Library
Dandelion (TAMAT)

Dandelion (TAMAT)

sudut bibir Tania terangkat samar. "Na, apa kamu membawa lampiran kemarin?" Tapi Liona tidak menyahut di sampingnya, Danu melirik dan memanggilnya lagi. "Na, kamu bawa kan?" "A..a.. yahh, aku bawa." ia langsung merogoh tas nya dan mengeluarkan sebuah file. "Ini konsepnya, kalian akan berjalan dari sini dengan beberapa interior bernuansa clasik. Lalu-" "Aku ingin semuanya mewah, bukan sederhana seperti ini. Kamu tidak tahu siapa aku dan calon suamiku. Jangan membuat aku malu di depan tamu- tamuku. Iya kan sayang." tekan Tania.
1017.4K viewsCompletedAdded to Library 679 Times as om tampan
Read
+Library
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

"Apa kabar Bu? Makin cantik aja sekarang!" Tapi Reynata justru memberikan tatapan sinis pada muridnya itu. "Kamu murid bandel ya! Kerjakan corel draw dan bikin logo boyband EXO semirip mungkin!" Setelah itu dirinya lebih memilih keluar dari ruangan kelas dengan gusar. "Tunggu Ay!!" Laki-laki itu melempar sorbannya dan mengejar Reynata hingga mereka sampai di taman belakang pondok yang sudah dibangun menjadi taman bunga dan kolam ikan.
10128.9K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as om tampan
Read
+Library
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

[Ya ampun, Bwang, lengannya aja dah tamvan, apalagi orangnya. [Mau dung rebahan di lengan Abang, aww ... awww ] [Aku makin yakin kalau Bang Sam ini memang full tamvan, lihat aja tangannya kekar gitu.] [Uwooww ... mau dong digendong tangannya si Babang Tamvan.] [Bang, kapan-kapan posting wajahnya dung, gue penasaran setengah mati ama lu.] [Bang Sam, balas dung chatan aku. Tega amit ama fans.]
1037.6K viewsCompletedAdded to Library 976 Times as om tampan
Read
+Library
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

'sreett' Dengan cepat, Tammi menurunkan celana panjang Badai hingga tak tersisa apapun disana. 'teeng' Pusaka Badai yang sangat panjang dan besar sudah mengeras sempurna dan langsung memantul ke wajah Tammi yang merunduk di depannya. 'gullp' Tammi menggulungkan lidahnya mneyesap pusaka Badai tersebut, membuat pria itu melenguhkan hasratnya yang semakin membuncah.
825.6K viewsCompletedAdded to Library 666 Times as om tampan
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Tapi, siapa sangka nyalinya terhadap bulu babi tidak sebesar ukuran tubuhnya itu. “Mana ada bulu bali di sini Somplak! Lah kok pake sepatu ini?” protes seorangnya lagi. Seorang lelaki bertubuh kurus dengan tinggi badan seukuran ketiak orang pertama tadi. Ia lebih galak dan terlihat lebih otoriter dibandingkan temannya itu. “Cuma ini yang ada di kapal, Bro! Pake ajalah, sama-sama sepatu boot kan. Bulu babi kek, ular air kek, kalau kena patok bisa berabe, Cuy!” ucap lelaki gemuk itu.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 253 Times as om tampan
Read
+Library
Godaan si Petani Tampan

Godaan si Petani Tampan

Dia lanjut berkata, "Kamu harus mau meski nggak mau. Siapa suruh kamu yang memprovokasiku dulu." Tidak! Aku menggeleng untuk menunjukkan bahwa aku tidak mau terong itu, melainkan menginginkannya secara langsung. Tidak ada yang bisa menandinginya. Dia kuat, panas, dan keras. "Santai." Bokongku dipukulinya dua kali lagi. Aku merintih dan mengikuti instruksinya untuk melebarkan kakiku. Tindakan ini sepertinya menyenangkan Adri. Tak lama kemudian, terong yang berlumuran cairan itu digantikan oleh tubuhnya yang hangat. Gerakannya makin cepat, sedangkan aku menggeleng dengan asal dan napasku makin terengah-engah.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as om tampan
Read
+Library
Jodohku Dokter Tampan

Jodohku Dokter Tampan

Tubuh Aira membeku ketika dirasakan tangan Pak Tomo menarik paksa tubuhnya. "Dasar begundel cilik. Cih!" Tomo menarik tubuh Aira, menyeretnya menjauhi jendela. "Lepas Pak. Lepas!" Aira meronta-ronta dalam dekapan Tomo. "Aku tidak akan melepaskanmu cah ayu. Sebelum berhasil menikmati tubuh cantikmu ini. Hehe." Tomo menciumi leher Aira dan dia mabuk kepayang ketika merasakan lembutnya kulit anak perempuan itu. Seperti kapas dan wangi. Membangkitkan gairah Tomo untuk segera menuntaskas aksi bejatnya
1014.3K viewsOngoingAdded to Library 542 Times as om tampan
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status